Kemarau Datang, Gunungkidul Siapkan Droping Air Mulai Juli
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
Suasana di Terminal Dhaksinarga Gunungkidul (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Lebaran 2016 untuk jumlah pemudik Gunungkidul diperkirakan naik tajam.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jumlah pemudik tahun ini diprediksi meningkat sekitar 11% dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini disampaikan Bupati Gunungkidul Badingah usai menggelar rapat koordinasi persiapan Lebaran di Ruang Rapat I Pemkab.
Menurut dia, tahun lalu ada sekitar 150.000 orang yang merayakan Hari Raya Idulfitri di Gunungkidul. Adanya kenaikan sekitar 11%, maka diprediksi pemudik tahun ini mencapai 166.500 orang. Kenaikan ini tidak lepas adanya tradisi pemudik yang membawa sanak saudaranya bekerja di luar daerah. Selain itu ada juga warga yang ingin mencari pengalaman bekerja ke luar daerah setelah lebaran.
Badingah pun tidak memermasalahkan adanya tradisi ini. Namun yang paling penting para pencari kerja memiliki ketrampilan dan bisa bersikap profesional.
“Baiknya mereka bekerja di tanah kelahiran sendiri. Tapi kalau mau cari pengalaman di luar, tentunya tidak bisa dilarang,” kata Badingah kepada wartawan, Senin (27/6/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
Korban gempa kembar Venezuela mencapai 3.685 orang. Ribuan warga mengungsi, bantuan internasional terus disalurkan.
YouTuber Andra ST mengalami kecelakaan di Sukoharjo, mobilnya terbelah dua. Polisi sebut penyebab ban selip.
Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 2 km pada 8 Juli 2026. Warga diminta menjauhi zona bahaya dan tetap waspada.
Indonesia mendorong standar global AI yang fleksibel dan inklusif agar tidak membebani UMKM di negara berkembang.