Guru Besar PTMA Soroti Korupsi dan Etika Pemerintahan
Guru besar PTMA merumuskan lima rekomendasi kebangsaan, mulai dari etika pemerintahan, pengelolaan kekayaan alam, hingga pembangunan SDM.
Alat X-Ray berfungsi mendeteksi barang terlarang di pintu masuk Lapas Narkotika II A Pakem Sleman yang mengalami kerusakan. Foto diambil pada awal 2014 silam. (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)
Narkoba di lapas diseluncupkan dengan berbagai cara
Harianjogja.com, SLEMAN- Penyelundup narkotika di Lapas Narkotika Kelas II A Pakem Sleman saat ini dinilai kian canggih.
Baca juga : http://harianjogja.com/?p=737003" target="_blank">Pengunjung Lapas Narkotika Sleman Selundupkan Sabu dalam Krecek
Kalapas Narkotika Kelas IIA Pakem Sleman Erwedi Supriatno mengungkapkan petugas jaga sempat dua kali melihat drone atau pesawat dengan kamera pengintai yang beroperasi di area atas Lapas saat bulan Ramadan.
Petugas sudah berupaya mengikuti namun kemudian hilang. Ada dugaan bahwa penyelundup berupaya memasukkan barang terlarang ke dalam Lapas menggunakan drone.
Erwedi sudah memerintahkan kepada petugas jaga, agar menembak langsung saat melihat drone yang beroperasi di dalam Lapas.
"Mereka sekarang canggih mungkin karena harga narkoba juga tidak murah, dua kali ada drone juga," ujarnya, Rabu (13/7/2016).
Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM DIY Pramono menegaskan, terkait kunjungan saat lebaran, total ada sekitar 1.000 pengunjung yang membesuk warga binaan Lapas.
Adapun penghuni Lapas Narkotika Pakem saat ini terdiri atas 165 narapidana dan 35 tahanan titipan. Setiap satu warga binaan diberi kesempatan untuk dikunjungi lima orang.
Pihaknya mengerahkan seluruh pegawai Lapas untuk melakukan pemeriksaan seluruh barang bawaan pengunjung. Selain keterbatasan personel, Lapas Narkotika Pakem juga belum memiliki alat pengacak sinyal ponsel.
"Personel kami terbatas, jadi semua kami kerahkan. Kunjungan lebaran ini ramai sekali sehingga banyak kemungkinan yang harus diantisipasi salahsatunya penyelundupan," urai dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru besar PTMA merumuskan lima rekomendasi kebangsaan, mulai dari etika pemerintahan, pengelolaan kekayaan alam, hingga pembangunan SDM.
Kelurahan Sorosutan, Jogja, mengembangkan Gemati untuk mendampingi warga dengan gangguan jiwa. Dukungan keluarga menjadi tantangan pemulihan.
Jusuf Kalla mengkritik demokrasi liberal Indonesia saat kuliah di NIU, menyoroti popularitas, politik uang, dan kapasitas pemimpin publik.
Film Whalefall tayang di CGV Indonesia mulai 14 Oktober 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan pengalaman menonton di studio 4D.
Warga Bantul kini bisa mengurus KTP, KK, akta kelahiran, dan dokumen kependudukan lainnya secara daring melalui Dukcapil Smart New Generation secara gratis.
Kepala BRAN Dedi Prasetyo menegaskan kolaborasi dengan ATR/BPN untuk menyelesaikan konflik agraria dan menata data pertanahan nasional.