KEKERINGAN GUNUNGKIDUL : Masih Ada Hujan, Warga Bisa Berhemat

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 28 Juli 2016 19:55 WIB
KEKERINGAN GUNUNGKIDUL : Masih Ada Hujan, Warga Bisa Berhemat

Warga Desa Sumberwungu, Tepus sedang mengantre air yang disalurkan oleh Kepolisian DIY dengan menggunakan water canon, Jumat (18/9/2015). (JIBI/Harian Jogja/Uli Febriarni)

Kekeringan Gunungkidul belum terjadi di Desa Petir sehingga warga lebih berhemat

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kepala Desa Petir, Kecamatan Gunungkidul, Sarju mengakui bahwa di wilayahnya belum kekurangan air bersih.

Intensitas hujan yang masih tinggi menjadi salah satu faktor kenapa hingga sekarang warga belum membutuhkan pasokan air. Kondisi ini, kata dia, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena di saat seperti ini mulai dilanda kekeringan.

Di Desa Petir ada tiga wilayah yang rawan kering, yakni Siyono A, Dagangmati dan Ploso. Namun untuk saat sekarang kondisinya masih normal.  “Kami bersyukur hujan masih turun sehingga stok air yang dimiliki masih memadai,” ungkapnya, Rabu (27/7/2016).

Menurut dia, belum adanya kebutuhan air bersih melalui dropping atau pengadaan secara mandiri berdampak terhadap pengeluaran warga. Pos anggaran pembelian air bersih bisa ditekan sehingga bisa digunakan untuk menambah anggaran di alokasi yang lain.

“Jelas berkurang bebannya karena di tahun-tahun sebelumnya ada warga yang sampai jual ternak untuk membeli air. Wilayah kita yang rawan kering ada,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online