DEMAM BERDARAH GUNUNGKIDUL : Jumlah Terus Naik, Hingga Juli 719 Kasus Ditangani

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 04 Agustus 2016 01:20 WIB
DEMAM BERDARAH GUNUNGKIDUL : Jumlah Terus Naik, Hingga Juli 719 Kasus Ditangani

Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti penyebar demam berdarah dengue. (JIBI/Solopos/Dok.)

Demam berdarah Gunungkidul jumlah pasien terus bertambah.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) makin mewabah di Gunungkidul. Setiap bulan korban terus bertambah, hingga Juli tahun ini tercatat 719 kasus penyakit DBD menyerang warga Gunungkidul.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Sumitro mengatakan kasus DBD di Gunungkidul masih cukup tinggi. Ia menjelaskan tingginya kasus DBD berbanding terbalik dengan kesadaran masyarakat. Semakin tingginya kasus maka tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan dapat dikatakan masih rendah.Sedangkan semakin rendahnya kasus menunjukkan angka kesadaran masyarakat telah tinggi.

Faktanya, di Gunungkidul kasus DBD masih tinggi. Oleh karena itu pihaknya terus berupaya untuk menekan tingginya kasus DBD saat ini.
Sumitro menilai bahwa tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) merupakan salah satu upaya sederhana efektif yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

"Cukup sederhana, masyarakat hanya perlu rajin mebersihkan tempat-tempat favorit hidup si Nyamuk. Paling tidak satu minggu sekali," kata dia, Rabu (3/8/2016).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online