Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Ilustrasi (dok)
Longsor Gunungkidul terjadi di dekat perumahan warga.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Longsor Gunungkidul bermula dari talut setinggi delapan meter dan lebar 20 meter di Dusun Wonosari, Desa Semoyo, Patuk ambrol pada Senin (15/8/2016) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi material longsoran mengancam rumah milik warga.
Rumah warga yang terancam longsor ini merupakan milik Edi Hartono,47, warga RT 02/RW 03, Dusun Wonosari, Semoyo. Penyebabnya rumah dengan talut hanya berjarak tiga meter, sementara kondisi talut sudah ambrol karena hujan yang mengguyur pada dini hari kemarin.
Untuk sementara waktu, Edi mengaku masih akan tetap bertahan di rumahnya sendiri. Namun Edi berjanji saat ada hujan deras akan mengungsi ke tempat yang lebih aman, untuk berjaga-jaga kalau ada longsor susulan.
“Kondisinya sudah kritis dan bisa menerpa rumah. Untuk itu, kami akan terus waspada,” imbuh Edi.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul, Budhi Harjo mengaku sudah menerjunkan personel untuk memantau longsor di Desa Semoyo, Patuk. Dia pun berharap agar warga di sekitar talut berhati-hati dan waspada terhadap potensi longsor susulan.
“Memang longsoran tidak sampai menimbulkan korban jiwa, tapi di sekitar lokasi masih sangat berbahaya karena masih berpotensi terjadi longsor susulan,” kata Budhi.
Dia menjelaskan, untuk proses pebaikan masih menunggu kesiapan warga setempat. Dalam prosesnya nanti, Budhi berjanji akan memberikan bantuan tenaga maupun logistik agar proses pemulihan berlangsung aman dan lancar.
“Untuk besaran kerugian masih kita data. Tapi yang paling penting meminta kepada seluruh warga yang berada di zona rawan untuk berhati-hati karena musibah longsor masih ada seiring dengan potensi hujan yang masih tinggi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Andika Mahesa meminta publik tenang setelah Dodhy mengumumkan Kangen Band bubar. Ia akan menemui seluruh personel di Jakarta.
Pameran Nasirun digelar di Galeri Nasional Indonesia hingga 11 Oktober 2026, sekaligus menjadi pameran terakhir sebelum revitalisasi.
Australia merebut gelar putra dan putri AVC Beach Volleyball 2026 di Shangluo serta mengamankan dua kuota Olimpiade LA28.
Mario Aji gagal ke Q2 dan dipastikan start posisi 22 di Moto2 San Marino 2026. Senna Agius tercepat di Q2 dengan 1 menit 33,718 detik.
Waspadai pinjol ilegal dan spam. Simak 3 cara blokir nomor HP tak dikenal di Android, iPhone, dan GetContact. Lindungi saldo rekening Anda