Jogja Inspira Hadirkan Kolaborasi Musik, Puisi dan Sketsa
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Minum air putih (Huffingtonpost)
Air isi ulang Sleman ternyata banyak yang belum memiliki sertifikat higienis.
Harianjogja.com, SLEMAN- Masyarakat diminta waspada saat membeli air minum isi ulang di depot. Pasalnya, 94% usaha depot air di Sleman belum mengantongi sertifikat higienis.
Menurut Kepala Seksi Farmasi Makanan dan Minuman, Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Sleman, Gunanto, ada sejumlah hal yang menyebabkan sedikitnya pengusaha depot air isi ulang mengurus sertifikasi higienis air. Ada kemungkinan, katanya, usaha air isi ulang tersebut bangkrut sehingga tidak beroperasi lagi. Selain itu, masih banyak pemilik usaha depot ulang yang enggan membuat dan memperpanjang sertifikasi mereka.
"Ini menunjukkan rendahnya kesadaran pemilik depot air isi ulang untuk memiliki sertifikat higienis," katanya, Senin (5/9/2016).
Dijelaskan Gunarto, sertifikat tersebut diberikan untuk menjamin keamanan dan kesehatan air yang dikonsumsi konsumen. Menurutnya, bisa jadi air minum yang ditawarkan tercemar bakteri ecoli. Bakteri ecoli dalam air sebenarnya dapat dihilangkan dengan cara merebus air pada suhu 100 derajat celcius.
"Tapi kebanyakan konsumen langsung meminumnya. Konsumen berfikir, percuma beli air isi ulang kalau harus direbus lagi," katanya.
Menurut Kepala Dinkes Sleman, Mafilindati Nuraini, higienitas air minum harus benar-benar diperhatikan oleh konsumen dan pengusaha depot air. Pasalnya, lanjut dia, banyak penyakit yang dapat diitimbulkan karena mengkonsumsi air yang tidak bersih.
"Kami minta konsumen tidak ragu untuk menanyakan sertifikasi air isi ulang di depot penjualan. Bisa jadi mereka terkena diare," kata perempuan yang akrab disapa Linda itu.
Dia menjelaskan, selama proses sertifikasi berlangsung Dinkes memeriksa kandungan air isi ulang meliputi unsur kimia dan bakteriologis. Salah satunya, pemeriksaan kandungan mineral dan keberadaan bakteri ecoli di dalam air. "Kandungan ecoli dalam air harus nol. Sebab bakteri ini dapat menimbulkan penyakit pencernaan karena berasal dari tinja manusia. Kalau ecoli ditemukan dalam air, maka air tersebut tidak boleh dikonsumsi langsung," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin hilang kontak di Laut Jawa. Kapal sempat melaporkan cuaca buruk dan kondisi miring.
PGI mengecam kekerasan terhadap warga sipil di Papua dan mendesak penghentian kekerasan serta pembukaan ruang dialog kemanusiaan.
Jusuf Kalla menyoroti banyaknya sarjana menganggur. Setiap tahun 1 juta sarjana keluar, sementara lapangan kerja dinilai terbatas.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.