Dari Jogja, Tidar Siapkan Calon Pemimpin Muda untuk 2029
Tidar DIY memperkuat kaderisasi anak muda melalui Tunas 3 dan Musda untuk menyiapkan calon pemimpin serta menjaga persatuan di Jogja.
Aktivis peduli HIV/AIDS membagikan kondom dan selebaran berisi informasi dan tata cara pencegahan penularan HIV/AIDS di Terminal Gayatri, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (1/12/2015). Aksi pembagian kondom gratis itu ia lakukan dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember. Pembagian kondom gratuis itu sekaligus bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan dan bahaya penularan HIV. (JIBI/Solopos/Antara/Destyan Sujarwoko)
HIV/AIDS Jogja, pasien diharapkan mendapat pelayanan kesehatan yang sama.
Harianjogja.com, JOGJA -- Dinas Kesehatan DIY mendorong stakeholder, terutama rumah sakit berkomitmen menerima pelayanan bagi pasien orang dengan HIV AIDS (ODHA) secara terbuka. Komitmen itu untuk meminimalisasi terjadinya diskriminasi fasilitas kesehatan (Faskes). yang didapatkan pasien ODHA.
Berkaitan dengan ODHA telah diatur dalam Perda DIY No.12/2010 tentang penanggulangan Human Immunodefficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Defficiency Sindrome (AIDS). Dalam aturan ini disebutkan secara detail tugas dan wewenang pemerintah daerah dalam menanggulangi HIV/AIDS. Mulai dari memberikan fasilitas kesehatan yang memadai hingga mengupayakan pendampingan agar tidak terdiskriminasi.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaningastuti mengatakan terkait dengan Perda No.12/2010, memang masih diperlukan komitmen seluruh stakeholder dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS. Soal pelayanan misalnya, saat ini tidak ada lagi diskriminasi faskes bagi ODHA. Sehingga seluruh rumah sakit di DIY harus memberikan pelayanan secara terbuka dan tidak perlu dibeda-bedakan seperti beberapa tahun sebelumnya.
"Terkait evaluasi Perda [No.] 12 [tahun 2010] ini yang masih perlu dikuatkan lagi, adalah beberapa komitmen stakeholder. Seperti, sekarang sudah tidak ada diskriminasi faskes, penerima pelayanan, kalau dulu kan disendirikan, sekarang sudah tidak lagi, semua pasien harus diperlakukan sama," terang dia, Jumat (16/9/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tidar DIY memperkuat kaderisasi anak muda melalui Tunas 3 dan Musda untuk menyiapkan calon pemimpin serta menjaga persatuan di Jogja.
DKP DIY menggelar Gita Laut 2026 di Pantai Congot untuk menjaga sumber daya pesisir dan melibatkan generasi muda dalam sektor kelautan.
Warga Wirobrajan didorong mengolah sampah plastik menjadi kerajinan bernilai ekonomi. Bank Sampah Wira Peni kini memiliki 90 anggota.
Tiga ASN Jayawijaya tewas ditembak KKB. Jusuf Kalla mendorong operasi aparat diiringi pendekatan persuasif dan damai.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mengingatkan masyarakat agar mewaspadai tawaran pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, hingga judi online.
BPPTKG mencatat 47 guguran lava dan ratusan gempa Gunung Merapi sepekan. Status tetap Siaga, warga diminta waspada lahar dan APG.