Cegah Banjir di SMK Tanjungsari, Luweng Ngegong Gunungkidul Dinormalisasi
Normalisasi Luweng Ngegong di Tanjungsari menelan Rp255 juta untuk mengurangi risiko banjir yang menggenangi kawasan SMK Negeri 1 Tanjungsari.
Taman Kuliner Wonosari. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Taman Kuliner Wonosari terus ditingkatkan fasilitasnya.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Kantor Pengelolaan Pasar Gunungkidul terus berusaha memaksimalkan keberadaan Taman Kuliner yang ada di Jalan Baru, Wonosari. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur dan melengkapi sarana pendukung taman lainnya.
Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Gunungkidul Widagdo mengakui keberadaan taman kuliner belum maksimal. Hal itu terlihat dari tingkat kunjungan yang belum stabil. Oleh karenanya, untuk pengoptimalan dilakukan beberapa penyempurnaan.
Dia mengatakan, untuk menambah kenyamanan bagi pengunjung telah menambah tujuh gazebo di halaman taman. Harapannya dengan tambahan fasilitas itu bisa memberikan kenyamanan kepada pengunjung.
"Fasilitas ini juga untuk menanggapi keluhan dari pedagang atau pun pengunjung tentang infrastrukur pendukung yang ada," kata Widagdo kepada wartawan, Rabu (21/9/2016).
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/07/26/taman-kuliner-wonosari-kios-taman-kuliner-masih-ada-yang-tutup-ada-masalah-apa-740206">TAMAN KULINER WONOSARI : Kios Taman Kuliner Masih Ada yang Tutup, Ada Masalah Apa?)
Dia menjelaskan, keberadaan gazebo baru sudah terpasang beberapa waktu lalu. Upaya ini juga tidak butuh pengadaan karena gazebo yang digunakan diambilkan dari lokasi area parkir di Gedung Serba Guna Siyono. "Dari tujuh Gazebo ini, salah satunya akan dijadikan mushola, sedang enam yang lain digunakan untuk tempat berkumpul pengunjung," ungkapnya.
Mantan Camat Wonosari ini menambahkan, dari hasil evaluasi tiga bulan awal, selain masalah kunjungan, keberadaan taman kuliner juga belum mampu menampung seluruh pedagang. Ke depannya, Widagdo berencana memperluas area taman dengan memanfaatkan lahan yang ada di samping taman. Hanya saja, upaya ini masih butuh persetujuan dari bupati.
Untuk mengatasi membludaknya pedagang, ia berharap agar lokasi taman bisa digunakan secara bergantian. Pertimbangan ini mengacu pada keberadaan taman di mana saat siang hari masih banyak yang tutup karena mayoritas buka saat sore hari hingga tengah malam.
"Kalau bisa gantian kan bisa menekan biaya sewa, karena besaran sewa bisa dibagi dengan pedagang lain," ucapnya.
Lokasi Taman Kuliner sendiri berdiri ditanah seluas 3.600 meter persegi ini, dengan dilengkapi 32 unit kios, 12 unit gasebo atau tenda dan dua toilet.
"Kita akan terus lakukan perbaikan sehingga lokasi itu bisa makin nyaman sehingga dapat menarik minat pengunjung," katanya.
Tingkat Kunjungan Masih Rendah
Sementara salah seorang pedagang sop ayam di taman kuliner, Siwi mengaku masih belum bisa buka secara tetap. Dia berdalih omzet penjualan masih sedikit sehingga memilih tutup untuk sementara.
"Mau bagaimana daripada rugi. Meski tutup, saya juga tidak akan melepas kios itu karena nanti tetap akan digunakan," ungkapnya.
Di sisi lain, salah seorang juru parkir di area taman kuliner Kelik mengakui kunjungan ke taman masih naik turun. Dia pun berharap, agar pemkab rutin menggelar kegiatan di Taman Kuliner. Kelik tidak menampik, di beberapa kesempatan sudah ada pemusik yang tampil di taman, namun intensitasnya masih belum pasti karena tidak melakukan pentas setiap harinya.
“Kalau bisa even dilakukan secara rutin. Selain itu, saya juga berharap agar kios-kios yang kosong segera diisi karena dengan makin banyaknya pilihan menu juga bisa menarik minat pengunjung,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi Luweng Ngegong di Tanjungsari menelan Rp255 juta untuk mengurangi risiko banjir yang menggenangi kawasan SMK Negeri 1 Tanjungsari.
Target cadangan minyak 60 hari dinilai perlu dicapai bertahap. Pengadaan stok tambahan 40 hari diperkirakan membutuhkan Rp70 triliun.
Pelni memberikan diskon 30% tiket kapal kelas ekonomi untuk keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Sebanyak 35 persen kecelakaan di DIY pada 2025 terjadi malam hari. Dishub DIY mengoptimalkan aplikasi Sigap Aset.
Kebakaran garasi bus Damri di Bandung menghanguskan 10 bus dan berdampak pada 13 rumah warga. Satu orang mengalami sesak napas.
Sleman meraih peringkat terbaik I Parasamya Karya Kencana Regional 3 berkat sinergi lintas sektor dalam program GENTING.