KPPS Pilur Gunungkidul Dibentuk, 230 TPS Siap Digunakan
KPPS Pilur Gunungkidul telah terbentuk untuk 230 TPS di 31 kalurahan. Simak tugas KPPS dan jumlah pemilih pada Pilur 26 September 2026.
Dua orang melakukan aksi pemasangan poster bernada sindiran di mobil ambulan milik RSUD Wonosari, Kamis (20/10/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Pelayanan RSUD Wonosari dianggap buruk sehingga warga melakukan protes
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Buntut buruknya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, dua orang warga menggelar aksi protes, Kamis (20/10/2016).
Protes dilakukan dengan cara memasang sejumlah poster bernada sindiran di mobil ambulan milik rumah sakit.
Pantauan yang dilakukan Harianjogja.com, protes sempat diwarnai dengan aksi saling tarik. Hal itu terjadi karena petugas berusaha menghalang-halangi proses penempelan poster di mobil ambulan.
Namun setelah berdiskusi dengan petugas yang bersangkutan maka upaya penempelan poster sindiran berhasil dilakukan.
Beberapa poster ini dipasang di dua unit ambulan milik RSUD. Aksi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengingatkan manajemen RSUD untuk memerbaiki kualitas pelayanan yang dinilai masih jauh dari kata memuaskan.
“Jelas saya kecewa, khususnya pelayanan untuk pasien miskin yang dilakukan sekadarnya,” kata Endro Guntoro, pelaku aksi protes kepada wartawan.
Dia menjelaskan, kebobrokan pelayanan RSUD bisa dilihat dari kasus kematian pasien pemegang Jaminan Kesehatan Daerah DIY atas nama Edi Subroto, warga asal Kecamatan Ponjong. Ia meninggal saat akan dirujuk ke salah satu RS di Kota Jogja, padahal pasien ini sudah dirawat selama sembilan hari di RSUD.
“Untuk penyakit tidak ada yang tahu, karena dokter yang periksa juga tidak bisa menyebutkan pasti hingga pasien meninggal dunia pada 18 Oktober lalu,” ungkapnya.
Masalah yang dialami Edi, kata Endro, tidak hanya menyangkut masalah diagnosa penyakit, namun juga berkaitan dengan penggunaan mobil ambulan untuk rujukan.
Diakuinya, penggunaan mobil itu prosesnya ribet dan pasien harus mengeluarkan sejumlah uang. Untuk biaya tersebut, sambung dia, tidak ada standarisasi karena ada pasien yang ditarik Rp300.000, tapi ada juga yang hanya Rp275.000.
“Ini jadi masalah sendiri. Uang itu untuk apa?” keluh dia.
Akibat ketidakjelasan untuk pembayaran ambulan, Endro mengakui sempat berdebat dengan petugas rumah sakit mulai dari yang ada di bangsal hingga kasir.
“Ujung-ujungnya saya harus meninggalkan STNK motor sebagai jaminan. Sayangnya upaya itu sia-sia karena pasien bersangkutan meninggal sesaat sebelum dirujuk ke RS di Jogja,”paparnya.
Lebih jauh dikatakan Endro, aksi protes yang dilakukannya ini bukan mengatasnamakan keluarga pasien, namun hal tersebut disuarakan sebagai bentuk protes atas buruknya pelayanan yang diberikan.
“Katanya abis lulus akreditasi dengan perolehan nilai tertinggi, tapi kok pelayanannya tetap sama. Saya juga tegaskan pula, aksi ini bukan yang pertama karena beberapa tahun lalu ada warga yang kecewa dengan jalan menyegel mobil ambulan milik RSUD,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPPS Pilur Gunungkidul telah terbentuk untuk 230 TPS di 31 kalurahan. Simak tugas KPPS dan jumlah pemilih pada Pilur 26 September 2026.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 16 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal dari Jogja dan Kutoarjo lengkap.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 16 September 2026 tersedia menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini dengan tarif mulai Rp12.000.
Dugaan beras fortifikasi tak sesuai label ditemukan pemerintah. Harganya mencapai Rp57.000 per kilogram dan diduga rugikan konsumen Rp89 triliun.
Kebakaran hutan pinus di lereng Lawu mengancam satwa liar. Satu anak rusa ditemukan mati, sementara sarang Elang Ular Bido selamat.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 16 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.