Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Para nelayan Pantai Baron tengah merapikan jaring setelah melaut
Nelayan Gunungkidul mengembalikan bantuan alat tangkap ke koperasi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Anggota Koperasi Mina Samudra mengeluhkan bantuan hibah yang diberikan koperasi.
Diduga para pengurus kurang transparan karena ada indikasi pemalsuan data terhadap jumlah bantuan yang diberikan. Akibatnya bantuan yang telah disalurkan dikembalikan lagi oleh kelompok penerima.
Salah satu ketidaktransparanan ini dikeluhkan oleh Sukamto, seorang nelayan asal Pantai Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari. Menurut dia, permasalahan dengan pengurus koperasi muncul karena jumlah bantuan yang diberikan berbeda.
Di data bantuan yang ada sebanyak 15 jaring, namun jumlah itu tidak diberikan semua karena hanya sepuluh unit yang diberikan ke nelayan.
Permasalahan itu, kata Kamto tidak hanya berhenti pada jumlah bantuan, sebab ada indikasi pengurus melakukan pemalsuan tanda tangan di berita acara penyerahan.
“Anggota ada yang belum menerima, tapi dalam berita acara penyerahan sudah tanda tangan sebagai bukti telah menerima bantuan,” kata Kamto kepada wartawan, Jumat (21/10/2016).
Dia menduga, pemasuan tanda tangan dilakukan karena ada komitmen dari sejumlah anggota. Sebab dalam pertemuan beberapa waktu lalu, telah disepakati untuk menolak bantuan tersebut.
“Menurut saya, bantuan sangat rawan disalahgunakan. Jadi harapannya itu bisa dikajiulang,” tuturnya.
Terpisah, Sekretaris Koperasi Mina Samudera, Winarto membenarkan adanya permasalahan dalam penyaluran bantuan alat tangkap ikan. Hal itu terjadi karena barang yang telah diberikan dikembalikan ke koperasi.
“Terkait dengan pengembalian bantuan, itu masalah berada di internal kelompok,” katanya.
Disinggung mengenai tuduhan pemalsuan data penerima bantuan, Winarto membantah telah melakukan hal itu. Dia pun berani memberi bukti serah terima bantuan kepada nelayan.
"Kami tidak lakukan apa yang dituduhkan karena semua sudah tertuang dalam berita acara serah terima bantuan," tutur Winarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 12 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
PISA 2025 menempatkan Singapura teratas di ASEAN. Indonesia berada di posisi keenam berdasarkan skor sains. Cek skor lengkapnya.
Persijap Jepara vs Borneo FC pada pekan kedua Super League 2026/27. Simak kondisi kedua tim dan prediksi pertandingannya.
DPRD Kulonprogo meminta hasil panen petani lokal diprioritaskan untuk memenuhi cadangan pangan daerah.