TANAH KRATON : Ada "Permainan", Tanah Kraton Menyusut hingga 30 Hektare

Sunartono
Sunartono Senin, 28 November 2016 20:55 WIB
TANAH KRATON : Ada "Permainan", Tanah Kraton Menyusut hingga 30 Hektare

JIBI/Desi Suryanto Sejumlah pekerja mengecat bagian depan dan atap Pagelaran Keraton Ngayogyakarta, Sabtu (14/12/2013). Sejumlah perawatan bangunan keraton menggunakan Dana Keistimewaan mulai dianggarkan. Di penghujung tahun 2013 pengecatan pada Pagelaran Keraton Kasultanan Yogyakarta yang merupakan wajah depan Keraton Ngayogyakarta mulai dilaksanakan.

Tanah Kraton Jogja menyusut hingga 30 hektare

Harianjogja,com, JOGJA- Kraton Ngayogyakarta mencium ada permainan di balik penggunaan tanah Kasultanan.

Hal itu diungkapkan Penghageng Kawedanan Hageng Panitra Puro Kraton Ngayogyakarta GKR Condrokirono dalam rangka mendengar masukan terkait Raperdais pengelolaan dan pemanfaatan tanah Kasultanan dan Kadipaten di DPRD DIY, Senin (28/11/2016).

Condrokirono mencontohkan ada beberapa sertifikat yang seharusnya hak pakai namun menjadi hak milik. Padahal seharusnya seseorang yang sudah mendapatkan kekancingan seyogyanya menggunakan tanah itu sesuai peruntukannya bukan dialihkan kepada orang lain.

Permainan itu mengakibatkan tanah Kasultanan dari tahun ke tahun terus berkurang, bahkan mencapai 30 hektar.

"Dari tahun ke tahun, sekitar 30 [hektar] itu [yang berkurang], [penyebabnya] ada penyelewengan, ada yang dijual, yang beli juga kan tidak tahu kalau itu tanah SG, ya saya enggak tau lah permainannya seperti apa," jelasnya.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Hananto menambahkan dengan adanya inventarisasi tanah Kasultanan dan Kadipaten, berpotensi dapat mengungkap kemungkinan adanya kekancingan palsu lagi.

"Data awal dari kami, yang pirso [palsu atau tidak] kan pihak Kraton. Dengan identifikasi, verifikasi, inventarisasi yang saat ini berlangsung, nanti perlahan akan mengungkap itu [kekancingan palsu]," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online