Di Bantul, 4 Jenis Barang Ini Dipantau
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
Salah satu pengunjung Wirausaha Mandiri Expo mencoba membatik di atas kertas, Kamis (10/3/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Wirausaha muda banyak muncul di Jogja
Harianjogja.com, JOGJA- Komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah Jogja mendorong Pemerintah Daerah setempat menggairahkan pertumbuhan wirausahawan muda sebagai penopang perekonomian.
"Jogja sebagai kota pelajar, cukup mendukung untuk memunculkan bibit muda yang juga bisa diarahkan ke bidang kewirausahaan sebagai penopang perekonomian negara masa depan," kata Ketua Komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) Jogja, Prasetyo Atmosutidjo, Minggu (11/12/2016).
Menurut dia, Jogja memiliki banyak bibit wirausahawan muda potensial yang jumlahnya diperkirakan lebih banyak dibandingkan daerah lain. Potensi wirausahawan muda di Jogja disebabkan banyaknya wahana interaksi kaum muda terkait kewirausahaan.
"Wahana interaksi kaum muda terkait kewirausahaan yang sebagian besar dilakukan di kampus-kampus," kata dia.
Ia berharap Pemda DIY membantu mengembangkan potensi mereka dengan memberikan berbagai kemudahan misalnya kemudahan perizinan, hingga permodalan.
Menurut dia, rata-rata wirausahawan muda belajar memulai berbisnis dengan bentuk usaha di sektor modern seperti teknologi informasi (TI), kuliner serta dsitro (pakaian) yang sebagian besar masih memakai modal pribadi.
Dia menyebutkan sesuai data Disperindagkop DIY hingga 2016, jumlah pelaku usaha kecil menengah (UKM) di DIY telah mencapai 230.047 orang, jumlah tersebut belum termasuk wirausahawan muda yang belum terdata.
Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM DIY Agus Mulyono berharap para pelaku usaha pemula di daerah setempat meningkatkan kunjungan ke Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) guna mengonsultasikan masalah usaha di lapangan.
Dia menjelaskan dalam mewujudkan pengembangan produk lokal unggulan, PLUT menyajikan beberapa pelayanan konsultasi bisnis, pendidikan, pengembangan manajemen pemasaran, serta pembiayaan.
Menurut dia, selain untuk membangun penguatan daya saing usaha dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pendampingan melalui PLUT tersebut diperlukan agar pelaku usaha juga dapat lebih memperhatikan peluang wisata di DIY.
"Karena DIY ini juga daerah tujuan wisata, kami harap jangan sampai wisatawan ini kecewa datang ke sini," kata dia, seperti dikutip dari Antara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.