CSR Perusahaan Bisa Dipakai Lindungi Pekerja Informal, Ini Arahan Sri Sultan
Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong CSR perusahaan dimanfaatkan untuk memperluas perlindungan Jamsostek bagi pekerja informal di DIY.
Pendidikan Sleman harus meningkatkan kualitas.
Hariaanjogja.com, SLEMAN -- Sekolah penerima sertifikat sistem managemen mutu ISO diminta tidak berpuas diri. Sekolah tetap diharuskan meningkatkan kualitas pendidikan karena raihan ISO bukan tujuan akhir.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman Arif Haryono, pemerintah serius untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Sleman. Salah satu buktinya, kata Arif, beberapa sekolah saat ini sudah mengantongi sertifikat sistem managemen mutu ISO 9001:2008. Namun dia mengingatkan agar sekolah penerima sertifikat tersebut tidak melupakan upaya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya.
"Penerimaan sertifikat ISO tersebut janganlah menjadi tujuan akhir dari pembangunan mutu sekolah. Kami tetap mengingatkan sekolah, itu menjadi cambuk baru untuk mencapai target mutu selajutnya yang lebih tinggi," kata Arif, Senin (12/12/2016).
Dia menekankan, penerimaan ISO 9001:2008 bagi beberapa sekolah justru menjadi cambuk bagi sekolah, Guru dan siswa untuk lebih baik lagi dalam berbagai aspek. Sampai saat ini jumlah sekolah di Sleman yang sudah bersertifikat ISO ada sebanyak 26 sekolah, terdiri dari 17 SMK dan sembilan SMA Negeri. Sekolah terakhir yang menerima sertifikat tersebuf adalah SMAN I Prambanan.
Menurutnya, perolehan sertifikat ISO 9001:2008 tersebut menunjukkan standar pendidikan yang diupayakan dan ditetapkan pemerintah, diharapkan berpengaruh pada output atau lulusan dari sekolah. Pasalnya, sarana dan layanan pendidikan yang berkualitas diyakini mampu mencerdaskan masyarakat. Dia berharap, siswa-siswi SMAN I Prambanan mampu bersaing dengan lulusan sekolah-sekolah lain untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Sekolah-sekolah yang belum mendapatkan sertifikat tersebut, lanjut Arif, akan disiapkan untuk mendapatkan sertifikat serupa. Persiapan yang dilakukan seperti peningkatan kualitas dan mutu pendidikan di sekolah. Selain itu, kepala sekolah, guru dan siswa harus punya komitken untuk meningkatkan kualitas pendidikan. "Ini dilakukam juga untuk mewujudkan Kabupaten Sleman sebagai Smart Regency pada 2021 mendatang," kata Arif.
Sementara itu Kepala Sekolah SMAN I Prambanan Darwito mengakui, penerimaan sertifikat ISO 9001:2008 tersebut menjadi cambuk untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya. "Yang jelas sertifikat tersebut menjadi tonggak untuk meningkat visi dan misi serta mutu pendidikan. Ini sudah menjadi tekat sekolah, guru dan siswa," ucapnya.
Sekadar diketahui, penyerahan Sertifikat ISO 9001:2008 diberikan Direktur PT. TUV Rheinland Indonesia Sapto Haryono kepada Kepala Disdikpora Sleman Arif Haryono, pada Sabtu (10/12/2016) lalu di SMAN Prambanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong CSR perusahaan dimanfaatkan untuk memperluas perlindungan Jamsostek bagi pekerja informal di DIY.
Kabupaten Sleman masih kekurangan ratusan tenaga kesehatan. Dinkes mempercepat rekrutmen BLUD yang kini memasuki tahap CBT sembari menunggu formasi ASN dari Kem
Liverpool resmi menggandeng Turkish Airlines sebagai sponsor utama jersei mulai musim 2027/2028. Nilai kontraknya disebut menjadi yang terbesar dalam sejarah Pr
Boy Thohir memperluas investasi ke MGLV yang bergerak di data center dan AI. Simak kepemilikan dan arah ekspansi bisnisnya.
Geely Panda Mini Karting Edition resmi meluncur di China dengan harga sekitar Rp115 juta. Mobil listrik mungil ini memakai baterai CATL dan mampu menempuh jarak
Warga Semin berburu emas di Kali Oya yang mengering saat kemarau. Aktivitas ini menjadi pekerjaan sampingan bagi petani yang kesulitan air.