Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Ilustrasi angin kencang /JIBI/Solopos/Dok.)
Cuaca ekstrem sempat mempora-porandakan kawasan Sleman.
Harianjogja.com, SLEMAN – Hujan dan angin kencang yang melanda kawasan Sleman, Kamis (5/1) menimbulkan dampak kerugian yang tidak sedikit. Sekitar 100 rumah warga dengan rincian 70 unit berada di wilayah Seyegan dan 30 unit di Mlati mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon yang tumbang.
Baca Juga : http://m.solopos.com/?p=781726">CUACA EKSTREM : Disapu Angin, Seyegan Porakporanda
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat, angin kencang yang terjadi Kamis kemarin mengakibatkan 200 pohon tumbang di lebih dari 28 titik kejadian baik di wilayah Seyegan maupun Mlati. Selain merusak puluhan rumah warga, beberapa fasilitas publik juga rusak. Termasuk tumbangnya pohon randu alas di pemakaman di Mangsel Kulon, Margomulyo, Seyegan.
“Kerusakan paling parah terjadi di Sumberadi Mlati dan Margomulyo serta Margoagung Seyegan. Di Sumberadi ada sekitar 38 sampai 40 pohon yang tumbang dan menimpa rumah. Di Margomulyo ada sekitar 60 sampai 70 pohon tumbang yang menimpa rumah,” kata Kepala BPBD Sleman, Joko Supriyanto di lokasi terdampak bencana, Jumat (6/1/2017).
Jumlah tersebut belum termasuk kerusakan yang ditimbulkan bencana angin kencang yang terjadi pada Rabu (4/1/2017) lusa. Pada peristiwa tersebut mencatat sebanyak 16 titik pohon tumbang di mana 12 di antaranya merusak rumah warga dan enam pohon lainnya tumbang melintang di jalan. Peristiwa tersebut juga menimbulkan korban jiwa, Suwandi, warga Sumberan, Sumberagung, Moyudan.
Hingga kini, BPBD Sleman terus melakukan inventarisasi jumlah kerugian yang ditimbulkan dari bencana tersebut. Inventarisasi kerusakan ringan, sedang dan berat dilakukan untuk menentukan nilai bantuan yang akan diberikan Pemkab Sleman. Warga yang rumahnya rusak tidak mengungsi tetapi ditampun sementara di rumah tetangga atau keluarganya yang lain.
“Kerugiannya kalau dihitung tidak akan sampai miliaran, masih ratusan juta. Untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan tentu akan kami bantu. Saat ini BPBD kami dan 400 relawan tengah melakukan evakuasi terhadap ratusan pohon tumbang,” tutur Joko.
Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan Pemkab akan menyalurkan bantuan bagi warga korban terdampak bencana tersebut. Selain dana rehabilitasi kerusakan rumah, Pemkab juga memberikan bantuan yang perlengkapan logistik, pangan seperti beras dan lainnya.
“Untuk rumah yang rusak berat, kami akan berikan bantuan sebesar Rp30 juta. Yang lainnya akan kami bantu sesuai tingkat kerusakanya,” kata Sri.
Bupati didampingi Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, Sekda Sleman Sumadi menyambangi lokasi dan warga korban bencana. Bupati bersama tim secara simbolis menyerahkan bantuan berupa makanan siap saji, sembako, sandang juga terpal kepada masing-masing kepala keluarga tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
KSPI mengusulkan kenaikan UMP 2027 sebesar 7,5%-8,5% berdasarkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu 0,9.
Presiden Prabowo meminta korporasi yang terbukti terlibat karhutla diproses hukum dan identitas pemilik perusahaan ditelusuri.
Golkar menilai pernyataan AHY soal kekuasaan menjadi sinyal kesiapan Ketua Umum Demokrat itu menghadapi Pilpres 2029.
Jogja Women’s Open Tournament Softball 2026 digelar 10–13 September di UNY. Enam tim nasional bersaing, dengan target berkembang hingga Asia.
Abrasi membuat jalan penghubung Pantai Cangkring dan Tanggul Tirto Bantul amblas hampir 10 meter. Warga memasang bambu sebagai pembatas.