INFRASTRUKTUR GUNUNGKIDUL : Perbaikan Jalan Direncanakan Rp100 Miliar, Realisasi Hanya Rp22 Miliar

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 18 Januari 2017 06:20 WIB
INFRASTRUKTUR GUNUNGKIDUL : Perbaikan Jalan Direncanakan Rp100 Miliar, Realisasi Hanya Rp22 Miliar

HarianJogja/Gigih M. Hanafi Pekerja melakukan adonan aspal sebagai bahan menambal pada celah sambungan jembatan di Jalan Solo, Jumat (26/5). Tiga pekan menjelang Idul Fitri, sejumlah ruas jalan utama mulai mengalami perbaikan untuk menunjang kelancaran selama arus mudik.

Infrastruktur Gunungkidul berupa jalan mendapatkan alokasi Rp22 miliar untuk perbaikan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Gunungkidul harus menelan pil pahit. Upaya untuk percepatan perbaikan jalan rusak di tahun ini terkendala anggaran.

Hal itu tak lepas dari gelontoran Dana Alokasi Khusus fisik dari pemerintah pusat yang hanya disetujui Rp22 miliar. Padahal dalam perencanaan di 2017, dinas mengajukan alokasi sebesar Rp100 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Gunungkidul Eddy Praptono membenarkan jika DAK yang diminta tidak sesuai dengan harapan. Sebab antara perencanaan dengan realiasi berbeda. “Kita rencanakan Rp100 miliar, tapi yang disetujui hanya Rp22 miliar,” katanya, kemarin.

Menurut dia, meski berpengaruh terhadap program kegiatan yang dimiliki pemkab. Namun secara prinsip tidak menjadi masalah karena pemberian dana tersebut disesuaikan dengan skala prioritas yang dimiliki Pemerintah Pusat.

“Fokusnya kan untuk perbaikan infrastruktur di ruas jalan nasional, mulai pembangunan tol hingga pembangunan ruas jalan trans di luar Jawa. Meski demikian, alokasi dana yang disediakan tetap digunakan semaksimal mungkin,” paparnya.

Eddy mengungkapkan, proses perencanaan DAK di 2017 meningkat dua kali lipat jika dibandingkan dengan perencanaan di  tahun sebelumnya. Sebab di 2016 lalu, pemkab hanya merencanakan sebesar Rp48 miliar, sedangkan di tahun ini mencapai Rp100 miliar, meski realisasinya hanya sebesar Rp22 miliar.

“Pertimbangan untuk minta lebih tidak lepas dari permintaan di 2016 sebesar Rp48 miliar dapat disetujui semua. Tapi setelah melakukan perencanaan dinaikan ternyatan yang diberikan tidak sesuai harapan,” kata Eddy.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online