Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Ilustrasi pasar sapi (JIBI/Solopos/Dok.)
Waspada Antraks, peternakan Sleman terbukti bebas penyebaran bakteri tersebut
Harianjogja.com, SLEMAN -- Wilayah Sleman diklaim bebas dari penyebaran penyakit antraks. Warga dihimbau untuk tidak panik.
Bupati Sleman Sri Purnomo berharap isu penyakit antraks di Sleman disikapi masyarakat dengan bijak. Sejak munculnya kasus penyakit antraks di Kulonprogo, pihaknya bersama instansi terkait sudah melakukan upaya antisipasi. Termasuk menelusuri ada tidaknya potensi penyakit antraks di wilayah Sleman.
Hasilnya, kata Sri, tidak ada laporan yang menyebutkan adanya sapi milik warga maupun kelompok peternak di Sleman yang terserang antraks.
"Sampai sekarang belum ada laporan sapi-sapi warga yang terkena antraks. Itu sudah dilakukan pengecekan dan diperiksa oleh dinas terkait," kata Sri di Seyegan, Senin (23/1/2017).
Dia berharap, masyarakat tidak panik dan terbius dalam ketakutan. Menurutnya, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah ataupun medis jika penyakit antraks bisa menularkan orang per orang.
"Jadi warga jangan panik. Perlu dipahami, antraks tidak menular dari manusia ke manusia," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
BMKG memantau sebaran abu vulkanik Anak Krakatau hingga 50.000 kaki yang berdampak pada empat bandara dan keselamatan penerbangan.
Bandara YIA membatalkan 9 penerbangan dan menunda 1 penerbangan akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.