Sayembara Macapat Digelar di Pakualaman

Sunartono
Sunartono Sabtu, 04 Februari 2017 14:20 WIB
Sayembara Macapat Digelar di Pakualaman

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Perserta lomba Macapat melantunkan tembang-tembang macapat karya Sri Susuhunan Paku Buwono IV dalam Lomba Macapat antar Kecamatan se-Kota Yogyakarta di nDalem Yudaningratan, Jalan Ibu Ruswo, Yogyakarta, Minggu (07/06/2015). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta memotori lomba tersebut sebagai ajang pembinaan seni macapat tidak hanya sebatas melantunkan tembang namun juga hingga gancaran atau penjelasan akan makna tembang.

Sayembara Macapat digelar oleh Pakualaman

Harianjogja.com, JOGJA - Kadipaten Pakualaman menggelar sejumlah kompetisi seni budaya dalam rangka memperingati Hadeging Kadipaten Pakualaman. Salahsatunya Sayembara Macapat yang dihelat sejak Jumat (3/1/2017) hingga Sabtu (4/1/2017).

Koordinator Sayembara Macapat Mas Lurah Citropanambang menjelaskan, Sayembara Macapat kembali digelar karena dinilai sebagai salahsatu seni tradisi lisan yang berkembang dan lestari di tengah masyarakat Jawa.

Selain itu, kata dia, seni macapat dapat dijadikan sebagai media bagi masyarakat dalam memahami nilai budaya Jawa dalam karya sastra Jawa. "Karya sastra Jawa mengandung piwulang luhur seperti ajaran agama, budi pekerti, cerita sejarah, tata kehidupan sampai pada dolan anak," terangnya dalam rilisnya, Jumat (3/2/2017).

Oleh sebab itu Sayembara Macapat diharapkan dapat mengenalkan khasanah seni budaya Jawa dengan makna luhur di tengah gejolak degradasi moral para penerus bangsa. Mengingat, Macapat juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk membentuk karakter dan moral kepribadian masyarakat.

Sayembara Macapat itu terbagi dalam empat  kategori yaitu Kategori Pelajar Putra dan Putri, terdiri dari siswa SD hingga SMP. Serta kategori umum putra dan putri, dengan ketentuan dari usia pelajar SMA hingga tak terbatas usia. Adapun jumlah total peserta dari seluruh kategori sebanyak 185 orang.

"Dalam kesempatan ini, Kadipaten Pakualaman juga berupaya memperkenalkan karya sastra khas Pakualaman yang telah ditanamkan oleh KGPAA Paku Alam I dan dituliskan dalam manuskrip oleh KGPAA Paku Alam II hingga V yang dikenal dengan Ajaran Sestradi," imbuhnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan sayembara telah dimulai pada Jumat (3/1/2017) bertempat di Kagungan Dalem Tratag Bangsal Sewatama, Kompleks Pura Pakualaman. Dilanjutkan pada Sabtu (4/1/2017) hari ini untuk kategori pelajar bertempat di Gedong Danawara, Kompleks Pakualaman.

Selain macapat, sejumlah sayembara lain yang juga digelar antara lain Jemparingan, Lukis, Pacuan Kuda hingga Tari Klasik. Sayembara Macapat pada 2017 memperebutkan Trophy bergilir KGPAA Paku Alam berbentuk mahkota.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online