Cegah Aset Mangkrak, Dewan Gunungkidul Desak Pendataan
DPRD Gunungkidul meminta Pemkab mendata ulang aset daerah untuk mencegah bangunan mangkrak dan mengoptimalkan potensi PAD.
Salah seorang warga menunjukan lokasi sumur ambles milik Siti Maryam, warga Dusun Pati, Genjahan, Ponjong. Sabtu (18/2/2017). (IST)
Lubang misterius kembali ditemukan di Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Masyarakat Gunungkidul kembali digegerkan adanya lubang misterius. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan terdapat dua lubang misterius di dua lokasi berbeda.
Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/02/19/lubang-misterius-sumur-milik-maryam-ambles-secara-tiba-tiba-794408">LUBANG MISTERIUS : Sumur Milik Maryam Ambles Secara Tiba-tiba
Penemuan pertama lubang misterius terjadi di Dusun Sawah Lor, Desa Banyusoco, Playen. Sementara itu, lubang kedua ditemukan pada Rabu (15/2/2017) pagi di sebuah sumur milik Siti Maryam, warga Dusun Pati, Desa Genjahan, Ponjong. Akibatnya sumur yang dimiliki itu ambles sekitar tiga meter ke dalam tanah.
Menurut Kepala Dusun Pati, Desa Genjahan Suharyadi , adanya kejadian sumur ambles sudah dilaporkan warga ke pihak yang berwajib mulai dari pihak kecamatan, polsek hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul.
Akibat kejadian ini, pemilik sumur juga resah dan takut jika lokasi ambles makin meluas. Untuk berjaga-jaga, selain dipasang garis polisi di sekitar lokasi, warga juga memasang batang bambu yang diikatkan ke tiang sumur. Upaya ini dilakukan bertujuan menahan bangunan bibir sumur agar tidak semakin ambles ke dalam tanah.
“Harapannya dengan dibuat laporan ke pihak yang berwenang ada tindakan sehingga lokasi ambles tidak semakin meluas,” kata Haryadi lagi.
Sementara itu, Aat, salah seorang tetangga Maryam mengungkapkan bahwa pada Minggu (19/2/2017) pagi, warga telah bersepakat untuk bekerja bakti untuk menimbun sumur ambles itu dengan tanah. Dasar pengurukan yang dilakukan telah melalui izin dari pemilik yang memperbolehkan sumurnya ditimbun dengan tanah supaya di sekitar lokasi kembali rata.
Hanya saja, sambung Aat, upaya pengurukan gagal terlaksana karena ada informasi bahwa Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) akan melakukan kajian terhadap fenomena misterius tersebut.
“Katanya akan diteliti terlebih dahulu sehingga pengurukan tidak jadi,” kata Aat.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo mengungkapkan, untuk fenomena lubang misterius harus melalui kajian mendalam. Terlebih lagi, kejadian yang di Ponjong bukan yang pertama, sebab dalam kurun waktu satu bulan sudah ada dua lokasi munculnya lubang misterius.
“Ini butuh kajian ilmiah sehingga diketahui penyebab munculnya lubang-lubang itu,” kata Budhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta Pemkab mendata ulang aset daerah untuk mencegah bangunan mangkrak dan mengoptimalkan potensi PAD.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 5 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun, tarif Rp8.000, dan cara pembayarannya.
OJK DIY menyebut judi online bisa mendorong masyarakat menggunakan pinjol. Outstanding P2P lending DIY capai Rp1,41 triliun.
DPRD Sleman mendorong perbaikan data desil dibuka berkala agar perubahan kondisi ekonomi masyarakat dapat tercermin dalam data.
Banjir bandang Nepal-China menewaskan 1.280 orang dan membuat lebih dari 5.620 orang hilang. Operasi pencarian memasuki pekan kedua.
Dampak bullying dapat terbawa hingga sekolah baru. SIKOMHATI.ID diterapkan di SMK YPKK Tepus untuk memperkuat empati dan komunikasi siswa.