Sawit Hadapi Tantangan Produktivitas dan Kebijakan
“Industri sawit membutuhkan kebijakan yang memperhatikan kepentingan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan, negara, petani, dan masyarakat,"
Longsor Jogja terjadi di tepi Sungai Belik
Harianjogja.com, JOGJA - Empat rumah warga dan satu aula masjid di Kampung Klitren Lor, Kelurahan Klitren, Kecamatan Gondokusuman, rusak berat akibat tergerus aliran Sungai Belik.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun penghuni dari keempat rumah itu terpaksa harus mengungsi ke tempat tetangga.
Empat rumah yang ambrol karena tergerus adalah milik Supriyanto, Budi Triningsih, Sumaryani, dan Ninu Patini. Rumah mereka berhimitan. Longsor yang menimp empat rumah dan satu aula itu terjadi pada Selasa (21/3/2017) malam, sekitar pukul 19.30 WIB atau tepat setelah luapan Sungai Belik surut dari rumah warga.
"Saya sampai merinding melihat dapur, kamar mandi, dan kamar tidur ambruk ke sungai," ungkap Budi Triningsih, Rabu (22/3/2017).
Bencana longsor tersebut juga membuat semua peralatan rumah tangga yang ada di dapur ikut hanyut.
Saat kejadian, Triningsih-Neng Lia sapaan akrab warga Klitren mengaku berada di ruang depan bersama anaknya. Tiga tetangganya juga berada di ruang depan setelah selesai bersih-bersih halaman rumah akibat luapan air sungai. Tiba-tiba ia mendengar suara gemuruh dari sisi utara rumahnya.
Suara itu belakangan adalah tembok aula masjid yang roboh. Warga sekitar pun keluar rumah untuk menyaksikan. Tak berselang lama, retekan bangunan aula merembet sampai rumah-rumah hingga ke rumah Neng Lia. Dinding tembok keempat rumah pun ambrol. Sedikit demi sedikit merembet sampai lantai dapur, kamar mandi, dan kamar tidur.
Setelah ambrol, warga tidak berani mendekat karena masih ada retakan susulan. Warga lainnya memasang garis pembatas agar tidak ada yang mendekati sekitar lokasi longsornya tembok samping Sungai Belik tersebut. Sampai kemrin siang, material bekas longsoran bangunan rumah itu masih dibiarkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Industri sawit membutuhkan kebijakan yang memperhatikan kepentingan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan, negara, petani, dan masyarakat,"
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dan 32 provinsi menyerap 97.000 tenaga kerja lokal dengan daya tampung 122.000 siswa.
Pieter Huistra mengaku telah menganalisis kekuatan dan kelemahan Borneo FC jelang laga PSS Sleman pada pekan ketujuh Super League.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di utara DIY hingga 29 Oktober 2026. BPBD menyiapkan pemetaan wilayah rawan bencana.
Dinkop UKM DIY menggandeng tour leader untuk meningkatkan kunjungan Teras Malioboro Ketandan melalui insentif, event, dan wisata budaya Pecinan.
Eko Suwanto mendorong integrasi APBD se-DIY untuk menekan kemiskinan, mengatasi pengangguran, dan memperluas lapangan kerja.