Trans Jogja Gunakan Kartu Pintar, Hapus Transaksi di Halte

Sunartono
Sunartono Rabu, 05 April 2017 20:20 WIB
Trans Jogja Gunakan Kartu Pintar, Hapus Transaksi di Halte

HarianJOgja/Gigih M. Hanafi Bus Trans Jogja terpaksa menurunkan penumpang di jalan akibat bus terjebak kemacetan panjang yang di sebabkan oleh aksi unjuk rasa penolakan pembangunan bandara yang menutup jalan Malioboro, Jogja, Rabu (22/4). Sejumlah bus trans JOgja terpaksa tidak menaikkan serta menurunkan penumpang pada halte Trans Jogja.

Trans Jogja menggunakan kartu pintar

Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Perhubungan DIY menghapus sistem pembayaran di halte dengan menerapkan transaksi di dalam bus bagi pengguna Trans Jogja menggunakan tiket pintar.

Seluruh armada sejak awal April 2017 telah dilengkap dengan alat sejenis smart mass transit system (SMTS) atau sistem tiket transportasi massal berbasis kartu pintar.

Kepala UPT Trans Jogja Dinas Perhubungan DIY Sumaryoto menjelaskan, sejak awal April 2017, pihaknya secara perlahan menghapus sistem pembayaran tiket di Halte.

Proses pembayaran tiket Trans Jogja kini dilaksanakan di dalam bus menggunakan kartu pintar. Saat ini seluruh armada Trans Jogja telah dilengkapi dengan peralatan SMTS sebagai alat perekam bagi penumpang yang telah membawa kartu pintar.

"Saat ini sudah semua bus baru [pembayaran] bisa di dalam bus. Tetapi kalau e-money belum, masih dalam proses. Modelnya taping [perekaman], menempelkan kartu [ke SMTS]," terangnya, Rabu (5/4/2017).

Ia menambahkan, untuk jalur 1A, 1B, 2A, 2B bisa dengan semua jenis kartu baik yang berlangganan maupun tidak. Namun untuk jalur 3A, 3B, 4A, dan 4B bisa dipakia dengan kartu reguler Trans Jogja.

Kebijakan transaksi menggunakan kartu pintar ini sebagai langkah awal menuju target di 2018 bahwa tidak ada transaksi dalam bentuk uang sama sekali dalam proses penggunaan jasa Trans Jogja. Ke depan, para pengguna harus memanfaatkan kartu pintar dan e-money.

Dalam tahap awal di April 2017 ini, pihaknya mulai mendidik para pramugara dan pramugari untuk melaksanakan tugas tambahan dalam memberikan layanan tiketing di atas bus.

Terutama membantu para penumpang melakukan transaksi, jika penumpang tidak membawa kartu pintar itu, akan dibantu oleh pramugara atau pramugari untuk diarahkan menggunakan kartu langganan.

Ia menegaskan, penumpang yang tidak membawa kartu diharapkan membawa uang pas karena pramugara dan pramugari tidak membawa uang kembalian. Harga kartu jika berlangganan setiap sekali taping atau menggunakan jasa Trans Jogja hanya dikenakan Rp2.700, namun jika sekali saja atau single taping sebesar Rp3.600.

"Pramugara, pramugari membawa kartu berlangganan Trans Jogja. Saat penumpang naik membayar syukur bisa dengan uang pas, karena yang jelas pramugara pramugari tidak bawa uang, jadi uangnya harus pas. Kalau berlangganan sebenarnya lebih murah," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online