Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Haji 2017, jemaah asal Sleman sudah berangkat
Harianjogja.com, SLEMAN -- Seluruh calon jamaah haji (Calhaj) asal Sleman dijadwalkan tiba di tanah suci hari ini. Dari 1.005 Calhaj yang berangkat hanya dua Calhaj yang gagal berangkat.
Kepala Seksi Pemberangkatan Haji dan Umroh Kementriaan Agama Sleman Silvia Rosetti menjelaskan, awalnya ada tiga Calhaj yang masuk dalam daftar gagal berangkat. Masing-masing Sri Parjinah lantaran sakit stroke dan harus menjalani opname. Akibatnya, keberangkatan Parjinah tertunda dan masuk dalam daftar Calhaj tahun depan.
Calhaj kedua, kata Silvia, atas nama Dasingah warga Berbah meninggal dunia pada Kamis (3/8) lalu.
"Calhaj ketiga Edison karena kecelakaan dan saat keberangkatan masih dirawat awalnya tertunda. Namun kami mendapat informasi yang bersangkutan bisa berangkat atas rekomendasi dokter," jelasnya kepada Harianjogja.com, Sabtu (5/8/2017).
Dengan begitu, sambung Silvia, tahun ini hanya dua orang Calhaj yang tidak bisa berangkat. Satu orang meninggal dunia dan satu orang lagi tertunda keberangkatannya akibat sakit. Kekosongan kursi kedua orang Calhaj tersebut kemudian diisi oleh dua Calhaj yang masuk dalam daftar tunggu. Dengan begitu, kuota jumlah Calhaj yang berangkat tetap terpenuhi.
"Sesuai prosedur, kalau ada kursi yang kosong akan diisi oleh jamaah kloter sebelumnya yang gagal berangkat oleh karena beberapa alasan itu," ujarnya.
Dia menjelaskan, keberangkatan Calhaj asal Sleman dari Embarkasi Solo ke tanah suci sudah dimulai sejak tanggal 4 Agustus sampai tanggal 6 Agustus 2017 sesuai dengan kelompok terbang (kloter) masing-masing. Kloter 23 berangkat pada Jumat (4/8/2017), kloter 25 bertolak pada Sabtu (5/8/2017) dan kloter 27 terbang pada Minggu (6/8/2017) kemarin. "Senin (7/8/2017) seluruh Calhaj asal Sleman sudah tiba di Madinah," katanya.
Dia berharap seluruh Calhaj dapat menjaga kondisi fisik dalam menjalankan aktivitas ibadah haji. Sebabnya, musim haji tahun ini jatuh pada bulan dengan kondisi cuaca panas. Diperkirakan suhu udara di Arab Saudi mencapai 41-49 derajat celcius.
"Kami sudah sampaikan agar kondisi tubuh tetap fit untuk memperbanyak minum air putih. Minimal dalam satu jam, jamaah minum satu gelas,” ujarnya.
Selain itu, para Calhaj juga diminta sebisa mungkin untuk menghindari paparan langsung sinar matahari. Itu bisa dilakukan dengan memakai payung, penutup kepala, kacamata hitam, dan masker. "Jamaah juga diminta untuk mengenakan pakaian dari bahan yang mudah menyerap keringat dan tidak melakukan aktivitas berlebeihan di luar kegiatan ibadah," kata Silvia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Bareskrim Polri membongkar sindikat penyelundupan emas ilegal ke Hong Kong dengan modus body strapping dan menangkap seorang tersangka.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang berfokus pada bisnis internasional, kembali menggelar BATIC 2026 pada 24–28 Agustus 2026 di Bali
Polisi mengungkap motif penganiayaan Triyanto hingga tewas di Pajangan, Bantul. Tiga terduga pelaku telah diamankan.
Sensus Ekonomi 2026 di DIY mencapai 100%, tetapi BPS masih menyisir usaha dan penduduk yang belum tercatat hingga 31 Agustus.
Polda DIY belum menerima surat pemberitahuan aksi 27 Agustus 2026 yang beredar di medsos, tetapi personel tetap disiagakan.