PBB Gunungkidul Tembus Rp17,8 Miliar, Jatuh Tempo 30 September
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Salah seorang petani garam di Pantai Sepanjang sedang membersihkan kotoran yang jatuh ke dalam terpal untuk proses produksi garam. Foto diambil beberapa waktu lalu.(David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Pertanian garam DIY diupayakan segera teralisasi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kecamatan Tanjungsari bergerak cepat merealisasikan program budidaya garam di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang. Selain melakukan pendampingan dalam penyusunan proposal pengajuan bantuan ke Pemerintah DIY, pihak kecamatan juga akan ikut berpartisipasi dalam pengawasan saat progam budidaya telah berjalan.
Camat Tanjungsari Rakhmadian Wijayanto mengatakan pihaknya sudah memberikan pendampingan terhadap kelompok di Pantai Sepanjang untuk melakukan pendampingan dalam penyusunan proposal bantuan ke Pemerintah DIY.
“Penyusunan ini merupakan tindaklanjut dari kunjungan Gubernur DIY Sri Sultan HB X ke Pantai Sepanjang satu minggu yang lalu,” katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (18/8/2017).
Menurut Rakhmadian untuk budidaya garam di Pantai Sepanjang, kelompok petani di mengajuan bantuan ke Pemerintah DIY sebesar Rp700 juta. Alokasi anggaran tersebut rencananya digunakan untuk pengadaan berbagai peralatan seperti mesin pompa menaikan air laut, bak penampungan. Selain itu, dalam pengembangan juga membutuhkan rumah plastic untuk tempat display dan pencetakan garam.
“Item yang dibutuhkan untuk pengembangan sudah dimasukan dalam proposal yang diajukan ke provinsi. Saat ini proposal yang diberikan kelompok juga sudah dibahas di provinsi,” kata mantan Sekretaris Camat Karangmojo ini.
Rakhmadian menjelaskan selama proses penyusunan proposal, pihak kecamatan berperan sebagai fasilitator dan memberikan pendampingan. Namun saat progam budidaya dijalankan, kecamatan akan menggandeng Pemerintah Desa Kemadang untuk melakukan pengawasan. Langkah ini diambil dengan tujuan agar proses budidaya dapat berkembang sehingga memberikan manfaat khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Akan kita awasi. Untuk modelnya mungki bisa melibatkan keberadaan BUMDes yang ada di Kemadang. Yang jelas, jangan sampai program ini macet karena manfaatnya sangat bagus,” ujar Rakhmadian.
Sebelumnya, Gubernut DIY Sri Sultan HB X mengatakan jika kualitas garam di Gunungkidul lebih baik ketimbang dengan daerah lain. Hal ini terlihat dari produksi yang dihasilkan memiliki kadar yang baik dan cocok untuk pengembangan garam jenis premium. “Sudah ada pengusaha yang mau menampung garam premium asal Gunungkidul. Jadi tinggal niatan dari petani untuk pengembangan,” katanya.
Untuk pengembangan budidaya ini, Sultan mengaku siap memberikan bantuan seperti pengadaan mesin pompa, bak penampungan guna mempermdudah dalam proses produksi garam. “Kami siap bantu untuk pengembangan tersebut. untuk budidaya difokuskan di Pantai Nguyahan dan Sepanjang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 25 Agustus 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Selasa 25 Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.