Film PIYE TO KIH? Angkat Kisah Cinta Beda Alam dan Pesan Memantaskan Diri
Film PIYE TO KIH? memadukan kisah cinta beda alam, komedi, dan budaya Jawa dengan pesan tentang kejujuran serta memantaskan diri.
Untuk mengatasi wilayah kumuh, Pemkab Sleman membentuk relawan kumuh.
Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk mengatasi wilayah kumuh, Pemkab Sleman membentuk relawan kumuh. Hal itu dilakukan untuk menyukseskan Program Kotaku (kota tanpa kumuh).
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, keberadaan relawan tersebut untuk membantu pemerintah dalam mengatasi daerah kumuh. Para relawan merupakan garda depan dalam memfasilitasi perubahan sikap dan perilaku masyarakat di wilayah masing-masing. Dia berharap para relawan dapat seoptimal mungkin membekali diri dalam pencegahan dan penanganan kawasan kumuh.
"Kami berkomitmen untuk mensukseskan program Kotaku dengan melibatkan berbagai komponen. Dengan begitu, pencanangan program Kotaku dapat tercapai dan menjadi solusi mengatasi masalah kawasan kumuh perkotaan," katanya saat mengukuhkan relawan kumuh di Hotel Prima SR, Selasa (5/9/2017).
Pengukuhan sendiri ditandai dengan penyematan PIN secara simbolis oleh bupati kepada sejumlah relawan.
Sri mengatakan, kegiatan penanganan kumuh di Sleman sendiri diawali dengan pendataan di seluruh desa pada 2014 lalu. Berdasarkan hasil pendataan, diperoleh prioritas penanganan kawasan kumuh hingga 2019 sebanyak 17 desa dan 45 titik dengan luasan 162,93 Ha.
Untuk lokasi yang belum pernah menjadi prioritas, katanya, dilakukan pencegahan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti sosialisasi, pelatihan maupun penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat.
Dalam penanganan kawasan kumuh perkotaan, lanjutnya, tahun ini Pemkab menargetkan luasan kumuh berkurang sebesar 68,25 Ha. Pada 2018 mendatang, luasan kumuh ditargetkan berkurang 35,5 Ha dan 2019 berkurang 58,63 Ha sehingga pada 2020 tercapai 0% kawasan kumuh.
Menurutnya, kawasan perkotaan dapat layak huni dan produktif jika ada peningkatan kualitas infrastruktur dan peningkatan akses masyarakat.
"Kondisi tersebut juga harus diimbangi dengan perubahan sikap dan perilaku masyarakat. Jadi sinergisitas dan kolaborasi dalam penanganan kawasan kumuh oleh semua pihak," harapnya.
Kepala Bidang Perumahan Dinas PUP dan kawasaan Permukiman Setiantono menambahkan, tujuan pengukuhan Relawan Penanganan Kumuh tersebut di antaranya untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat agar dapat mengelola lingkungannya.
Menurutnya, target 0% kawasan kumuh bukan hanya tanggungjawab pemerintah tetapi juga tanggungjawab masyarakat. "Relawan yang dikukuhkan berasal dari 75 desa, masing-masing lima orang perdesa," katanya.
Di wilayah Sleman, total teridentifikasi sebanyak 45 wilayah kumuh. Tahun ini baru 14 wilayah yang akan ditata dengan dana Rp11 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film PIYE TO KIH? memadukan kisah cinta beda alam, komedi, dan budaya Jawa dengan pesan tentang kejujuran serta memantaskan diri.
IHSG ditutup menguat 0,31% ke 5.282,31 mengikuti bursa Asia. Saham kesehatan memimpin kenaikan, sedangkan sektor infrastruktur melemah.
Gunungkidul menjadi percontohan nasional PPKH dengan penguatan layanan kesehatan jiwa, dukungan keluarga, pendidikan, dan olahraga.
Polresta Sleman mengungkap dugaan perakitan senjata api ilegal di Turi dan mengamankan dua tersangka serta sejumlah senjata dan amunisi.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mundur dari Hylo Open 2026 setelah Daniel mengalami nyeri lutut kiri saat latihan.
KPK menggeledah kantor Bea Cukai Kudus dan PT Djarum dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi importasi barang.