Uji 5G XLSMART di Kereta Jogja-Solo, Konektivitas Jadi Sorotan
Pengujian jaringan 5G di kereta Jogja–Solo mencatat kecepatan unduh lebih dari 200 Mbps di sejumlah titik, di tengah pertumbuhan trafik internet 17%.
Peralihan musim dari kemarau ke penghujan sudah melanda Wilayah DIY
Harianjogja.com, SLEMAN- Peralihan musim dari kemarau ke penghujan sudah melanda Wilayah DIY. Masyarakat diminta waspada selama pancaroba ini.
Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY Djoko Budiono mengatakan, saat ini wilayah DIY memasuki musim pancaroba.
Peralihan musim tersebut sesuai dengan prediksi yang dibuat oleh BMKG DIY di mana pada dasarian ketiga September hingga Oktober kedua wilayah DIY akan masuk pancaroba.
"Selama pancaroba memang hujan tidak merata atau sifatnya lokal. Paling banyak hujan terjadi sore hari menjelang malam," jelasnya kepada Harianjogja.com, Senin (25/9/2017).
Masuknya masa peralihan tersebut sudah terasa. Dalam dua hari terakhir, misalnya, wilayah DIY sudah diliputi mendung dan hujan dengan intensitas kecil hingga sedang. Hal itu menjadi ciri-ciri musim pancaroba setiap hari. Bahkan, hujan yang turun akan disertai dengan terbentuknya awan cumulonimbus yang perlu diwaspadai masyarakat.
"Hujan yang turun dapat juga disertai dengan petir dan angin kencang. Durasinya juga pendek antara 1-3 jam saja," kata Djoko.
Sebelumnya, BMKG DIY merilis peringatan dini kekeringan di wilayah DIY. Kekeringan tersebut merupakan kekeringan meteorologis di mana curah hujan akan berkurang pada suatu daerah tertentu dari keadaan normal dalam waktu lama.
Di wilayah Sleman, beberapa wilayah yang masuk kekeringan meteorologis ini meliputi wilayah Maguwo, Depok, Sleman, Tridadi, Prambanan, Tempel, Seyegan, Godean, Gamping, Pakem dan Ngempak.
"Kami akan lakukan update data untuk wilayah kekeringan meteorologis ini pada Oktober mendatang. Nanti akan ketahuan daerah-daerah mana saja yang sudah hujan dan belim ada hujan," katanya.
Sementara itu, BPBD Sleman sampai saat ini masih menfokuskan diri untuk mendistribusikan air bersih bagi sejumlah wilayah. Salah satunya bagi warga Dusun Sembung Balecatur Gamping. Pasalnya rata-rata sumur warga mengalami penurunan debit air. "Kami kirimkan dua tangki truk berisi air bersih ke lokasi tersebut," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengujian jaringan 5G di kereta Jogja–Solo mencatat kecepatan unduh lebih dari 200 Mbps di sejumlah titik, di tengah pertumbuhan trafik internet 17%.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.