Potensi Air Banyusoco 200 Liter per Detik, Terbuang Sia-Sia ke Sungai
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
Sejumlah anak-anak melihat kambing-kambing mati karena serangan hewan misterius di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. Minggu (10/9/2017). (IST/dok. Pemdes Purwodadi)
Peternakan Gunungkidul, serangan hewan buas masih terjadi.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Serangan hewan buas yang menewaskan ternak warga di Gunungkidul meluas. Setelah 44 kambing warga Desa Purwodadi, Tepus mati karena digigit anjing hutan, serangan serupa juga terjadi di wilayah Rongkop. Total dalam satu bulan terakhir ada 12 kambing warga yang mati karena serangan tersebut.
Baca Juga :http://m.harianjogja.com/?p=855593"> PETERNAKAN GUNUNGKIDUL : Serangan Meluas, 12 Kambing di Rongkop Mati Digigit Hewan Liar
Kepala Unit Binmas Polsek Rongkop, Aiptu Soeprapto mengatakan sejak pertengahan Agustus lalu telah terjadi beberapa kali serangan hewan liar terhadap ternak warga. Dari serangan ini didata ada 12 ekor kambing yang mati.
“Dari penyelidikan yang dilakukan, kemungkinan kematian ini disebabkan serangan anjing liar,” kata Soeprapto, Jumat (29/9/2017).
Menurut dia, dugaan akan serangan anjing liar tidak lepas dari penuturan salah seorang warga yang melihat kejadian serangan itu.
“Setelah tahu anjing liar kemudian dibunuh oleh warga,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Suseno Budi mengaku belum mendapatkan informasi terkait dengan serangan hewan liar di wilayah Rongkop. Kendati demikian, ia berjanji akan melakukan pemeriksaan ke lokasi terjadinya serangan.
Untuk mengurangi serangan itu, dia pun berharap agar warga memindahkan ternak yang dimiliki mendekat ke permukiman. Hal ini bertujuan agar memudahkan pegawasan sehingga ternak dapat terhindar dari serangan hewan liar.
“Di wilayah selatan ada kesamaan, yakni warga banyak memelihara hewan ternak jauh dari pemukiman karena lokasi kandang berada di dekat ladang yang dimiliki,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.
Gunung Gandul Wonogiri terbakar dua kali dalam sehari. Sekitar 4 hektare hutan terbakar dan api baru berhasil dipadamkan pukul 20.00 WIB.