Regulasi Baru Disiapkan untuk Lindungi Petani di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul memprioritaskan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani.
Warga melintasi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Desa Girijati, Purwodadi, Gunungkidul pekan lalu. Kawasan JJLS di pesisir pantai kini diincar investor. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Pembangunan JJLS di wilayah Gunungkidul akan melalui wilayah perbukitan dan pegunungan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul segera dilanjutkan. Proyek pembangunan bernilai ratusan miliar ini akan menerobos kawasan perbukitan dan pegunungan.
Total biaya pembangunan JJLS untuk dua paket tersebut tercatat sebanyak Rp316 miliar. Namun, pemerintah baik Pusat dan daerah harus melakukan utang ke luar negeri untuk membiayai pembangunan jalan trans Jawa tersebut. Pemerintah Pusat mengajukan pinjaman ke Islamic Development Bank (IDB).
Ada dua paket pembangunan JJLS yang akan segera dikerjakan. Tahun ini, lelang dua paket proyek terebut akan dimulai. Dua paket pembangunan JJLS itu meliputi paket pembangunan Girisekar-Legundi, Kecamatan Panggang sepanjang 4,7 kilometer dengan senilai Rp96 miliar. Satu paket lainnya berupa pembangunan jalan dari wilayah perbatasan Wonogiri-Jerukwudel-Baran-Duwet sepanjang 10,6 kilometer dengan nilai Rp220 miliar.
http://cms.solopos.com/?p=857507">Baca Juga : Dua Titik JJLS Segera Dibangun di Gunungkidul
Asisten Perencanaan dan Program Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah DIY Nandang Sungkono mengatakan, dua paket pembangunan itu ditargetkan selesai lelang sebelum akhir tahun. Untuk paket Girisekar-Legundi sudah memasuki tahapan lelang, sedang untuk paket Jerukwudel-Baran-Duwet masih dalam tahap persiapan. “Meski tidak serempak, namun diharapkan lelang sudah selesai di akhir tahun,” katanya Kamis (5/10/2017).
Lebih jauh dikatakan Nandang, proyek pengerjaan JJLS merupakan progam jangka panjang dengan sistem tahun jamak. Oleh karenanya, meski lelang sudah mulai dilaksanakan, namun penyelesaian ditarget sampai 2019 mendatang. “Ini bukan masalah, karena yang terpenting dalam selesai tepat waktu dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya.
http://cms.solopos.com/?p=857319">Baca Juga : JJLS GUNUNGKIDUL : JJLS Ternyata Dibangun dari Hasil Utang
Disinggung mengenai masalah besaranya bisaya pembangunan JJLS, Nandang mengakui kondisi geografis menjadi penyebab utama. Dia mencontohkan, pembangunan jalur sepanjang 10,6 km yang menghubungkan wilayah perbatasan Wonogiri dengan Gunungkidul membutuhkan biaya Rp220 miliar. Alokasi ini, sambung dia, banyak terkuras untuk prosesnya yang meliputi pembangunan jalan baru yang mengharuskan dilakukan pengeprasan bukit di titik yang akan dilalui. “Memang dana banyak digunakan untuk mengepras gunung dan bukit,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul memprioritaskan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani.
PSIM Jogja merekrut Adrian Dalmau, eks pemain akademi Real Madrid yang diproyeksikan mempertajam lini depan pada musim 2026/2027.
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.
PBB mencatat tingkat kelaparan global menurun pada 2025, tetapi target Nol Kelaparan 2030 masih menghadapi berbagai tantangan.
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.