Kekeringan Belum Berakhir, Bantuan Air Bersih Gunungkidul Berlanjut
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Sejumlah pengunjung sedang berjalan untuk masuk ke Goa Jomblang di Desa Pacarejo, Semanu. Obyek wisata ini, selain sebagai destinasi minat khusus unggulan di Gunungkidul, juga sebagai salah satu geosite dalam kawasan Geopark Gunungsewu, Rabu (18/10/2017). (Harian Jogja/David Kurniawan)
“Jadi forum ini sangat penting sehingga ada rencana membentuk jaringan geopark Indonesia"
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pertemuan antar pengelola geopark se-Indonesia di Wonosari, pada Jumat (20/10/2017) lalu menghasilkan beberapa kesepakatan. Salah satunya untuk membentuk jaringan geopark Indonesia.
Sekretaris Geopark Gunungsewu Hary Sukmono mengatakan, pembentukan jaringan geopark Indonesia memiliki arti penting dalam pengembangan kawasan geopark yang ada di Indonesia. Latar belakang pembentukan tidak lepas dari pengelolaan yang masih sendiri-sendiri dan belum ada koordinasi yang baik di antara pengelola.
Dia menyontohkan, kerja sama yang terjalin masih terjadi antar pengelola, misalnya geopark Gunungsewu dengan Rinjani, sehingga kawasan lain tidak bisa berpartisipasi dalam kesepakatan yang telah dibentuk. Diharapkan dengan adanya forum ini maka keberadaan kawasan geopark dapat lebih maksimal karena ada satu wadah untuk saling bertukar pikiran dalam hal pengelolaan.
“Jadi forum ini sangat penting sehingga ada rencana membentuk jaringan geopark Indonesia,” kata Hary kepada wartawan, Minggu (22/10/2017).
Dia mengatakan, keberadaan jaringan ini untuk membangun sinergitas dalam pengelolaan geopark. Selain itu, jaringan Geopark Indonesia untuk menguatkan kemitraan jejeraing antar pengelola. Hary mengatakan, forum juga dapat memberikan dukungan terhadap daerah yang ingin mendirikan kawasan geopark atau peningkatan status dari geopark nasional hingga masuk ke dalam UNESCO global geopark network.
Untuk saat ini, lanjut Hary, baru Gunungsewu dan Gunung Batur yang masuk ke dalam jaringan geopark dunia. Sementara, untuk geoparknya lainnya seperti Cileteuh, Pelabuhan Ratu; Rinjani; Merangin, Jambi hingga Toba masih sebatas geopark nasional. “Diharapkan dengan adanya forum maka makin mempermudah untuk meningkatkan status geopark-geopark di Indonesia hingga masuk ke jaringan dunia,” ungkap dia.
Hary menegaskan, pembentukan jaringan geopark Indonesia masih dalam proses, salah satunya merumuskan AD/ART kelembagaan. Ia pun berjanji, setelah penyusunan kerangka kelembagaan selesai akan segera mengajukan pengesahan status dari Kementerian Hukum dan HAM. “Mudah-mudahan sebelum akhir tahun sudah selesai dan bisa luncurkan jaringan geopark Indonesia. Untuk tagline di forum ini, kami mengambil tema Pro Bumi,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul ini.
General Manager Geopark Gunungsewu Budi Martono mengatakan, kerja sama antar pengelola sangat dibutuhkan sehingga dalam hal pengelolaan dapat lebih maksimal. “Jadi semua dapat saling bekerjasama dan membantu, terutama untuk mengimplementasikan peran geopark untuk konservasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat,” kata Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
WhatsApp menguji fitur perluas foto berbasis Meta AI di iPhone. Pengguna bisa mengubah bingkai gambar langsung sebelum membagikannya.
Simak tujuh tips memilih baju lari wanita, mulai dari bahan, sports bra, ukuran, jahitan, hingga outfit sesuai cuaca.
Carlos Alcaraz menyelamatkan dua match point Taylor Fritz dan mencetak sejarah dengan lolos ke semifinal Paris Masters 2026.
Veda Ega Pratama menerima empat hukuman di Moto3 2026, mulai dari Long Lap Penalty hingga penalti turun enam posisi start.
Polda DIY memperkuat Satgas Pagar untuk mencegah premanisme, kejahatan jalanan, tawuran, hingga perusakan fasilitas umum.