Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Demam berdarah dengue (DBD) merajalela di hampir semua wilayah barat Jawa Timur (Jatim). Pasien anak-anak dengan gejala mengidap demam berdarah membanjiri rumah sakit-rumah sakit, tak terkecuali RSUD Gambiran, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (29/1/2016). Pada umumnya mereka masih kanak-kanak. Dinas Kesehatan setempat berencana memberlakukan status kejadian luar biasa (KLB) jika penderita terus bertambah mengingat sebulan terakhir sedikitnya 58 warga terjangkit dan seorang di antara mereka meninggal dunia. (J
Mulai bulan Oktober ini hujan sudah mulai turun mengguyur Jogja
Harianjogja.com, JOGJA-Mulai bulan Oktober ini hujan sudah mulai turun mengguyur Jogja, meskipun intensitasnya masih belum begitu intensif dan deras.
Ada yang harus menjadi perhatian ketika memasuki musim penghujan yakni berkembangnya berbagai macam penyakit. Salah satu yang harus diwaspadai adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. DBD termasuk penyakit yang mematikan karena dapat menyebabkan korbannya mengalami penurunan trombosit hingga bisa mengakibatkan korban meninggal dunia apabila terlambat mendapatkan penanganan medis.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) serta Imunisasi, Dinas Kesehatan Kota Jogja, dr. Endang Sri Rahayu pun menyampaikan bahwa memasuki musim penghujan tahun ini DBD menjadi penyakit yang harus diwaspadai. Hal ini karena Kota Jogja termasuk daerah yang endemis DBD.
“Penyakit yang harus diwaspadai saat ini terutama karena sudah memasuki musim penghujan ya jelas DBD itu. Meskipun tahun ini jumlah kasusnya menurun namun harus tetap diwaspadai, terutama karena kita daerah endemis DBD,” terangnya saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan, Jalan Kenari No.56, Muja Muju, Umbulharjo pada Selasa (24/10).
Meskipun terjadi penurunan jumlah kasus DBD pada tahun ini, namun yang perlu menjadi catatan adalah tingginya kasus DBD yang terjadi di Kota Jogja pada tahun 2016 lalu, di mana pada tahun tersebut merupakan tahun dengan kasus DBD tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya.
Dari data yang diberikan oleh dr. Endang, terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi dari tahun 2015 ke tahun 2016. Pada 2015 terjadi 945 kasus dengan 11 orang yang meninggal dunia. Kemudian pada tahun 2016 terjadi 1690 kasus DBD dengan 13 orang meninggal dunia, sedangkan semenjak tahun 2017 hingga sekarang telah mengalami penurunan, dengan 373 jumlah kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 2 orang.
Oleh karena itu untuk mengantisipasi mewabahnya penyakit DBD, menurut dr. Endang langkah yang paling tepat ialah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Ia menyebutkan pada tahun sebelumnya merupakan jumlah tertinggi kasus DBD dari data yang pernah dihimpun yakni mulai tahun 1980 tahun. Data tahun 2016 yakni 1690 kasus.
"Untuk mencegahnya lagi-lagi kami mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan PSN atau pemberantasan sarang nyamuk. Itulah langkah yang paling efektif dan efisien untuk mencegah mewabahnya penyakit DBD. Saat ini kami juga sedang dalam memproses surat edaran ke wilayah-wilayah untuk melakukan PSN,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Dokter menjelaskan minum es saat musim hujan bukan penyebab flu. Simak pemicu batuk pilek dan tips mencegah penyakit saat hujan.
Ada delapan pilihan motor bekas merek Jepang dengan harga maksimal Rp5 juta per Oktober 2026, mulai Yamaha Vega hingga Honda Vario 110.
Gibran menyebut Indonesia memiliki sumber daya untuk ekosistem kendaraan listrik, tetapi inovasi dan penguasaan teknologi masih perlu diperkuat.
Kredit UMKM DIY mencapai Rp27,50 triliun pada Agustus 2026, tetapi melambat 2,05%. OJK mencatat NPL UMKM mencapai 8,32%.