Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi penipuan (JIBI/Solopos/Dok.)
Penelepon meminta agar paket makanan tersebut dikirim ke Polres
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pemilik warung makan ataupun usaha yang bergerak di bidang kuliner lebih berhati-hati terhadap modus penipuan yang saat ini berkembang. Pasalnya akhir-akhir ini muncul modus penipuan yang mencatut pihak kepolisian dengan jalan memesan makanan.
Pengelola wisata kuliner Kampung Emas Plumbungan, Desa Putat, Patuk Gunawan mengakui nyaris menjadi korban penipuan oknum tak bertanggungjawab mengatasnamakan Polres Gunungkidul. Menurut dia, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (17/11/2017) lalu, di mana ada seorang penelepon yang memesan makanan sebanyak 15 paket.
Penelepon meminta agar paket makanan tersebut dikirim ke Polres, kemudian diserahkan kepada Agus, salah seorang anggota yang bertugas di satuan reskrim Polres Gunungkidul. Sejak awal, Gunawan mengaku sudah curiga dan janggal karena penelpon memiliki logat bahasa yang berbeda dengan umumnya masyarakat di Gunungkidul.
“Jelas saya curiga karena dia tidak bisa menyebutkan harga paketan makanan yang Kampung Emas miliki. Tiba-tiba setelah saya menyebutkan harganya, si penelpon langsung menutup sambungan telepon,” kata Gunawan kepada wartawan, Minggu (19/11/2017).
Menurut dia, dengan kejadian tersebut pihaknya akan lebih berhati-hati. Informasi tentang modus penipuan itu juga telah disampaikan ke seluruh pengelola agar lebih berhati-hati. “Saya memang tidak sampai melaporkan ke polisi. Tapi agar peristiwa itu terjadi, saya meminta kepada pengelola Kmapung Emas untuk berhati-hati. sebab potensi penipuan masih mungkin terjadi karena nomor pengelola sudah banyak tersebar di internet,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Sub Bagian Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengakui adanya potensi penipuan yang mengatasnamakan jajaran polres. Modus yang digunakan dengan cara memesan makanan untuk kemudian dibawa ke kantor polisi. Menurut dia, tindak pidana penipuan ini sudah pernah terjadi di Polsek Tanjungsari dan Semanu.
“Untuk polres memang belum ada, dan baru tahu setelah teman wartawan menelpon. Yang jelas penipuan mengatasnamakan kepolisian banyak dilakukan dengan cara memesan makanan,” katanya.
Ngadino pun berharap kepada pemilik warung maupun usaha jasa kuliner agar lebih berhati-hati. Saat menerima pemesanan, khususnya berkaitan dengan pihak kepolisian jangan langsung percaya dan harus konfirmasi terlebih dahulu. “Ini agar terhindar dari penipuan. Jadi saat ada yang pesan dan mengatasnamakan polisi, bisa dikonfirmasi ke polsek terdekat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Polisi menduga teror pocong di Tangerang merupakan modus pencurian dan perampokan. Warga diminta aktifkan ronda dan siskamling.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Rabu 20 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini Rabu 20 Mei 2026 lengkap dengan rute Stasiun Tugu-YIA, tarif Rp50.000, dan jam keberangkatan terbaru.