Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Ilustrasi penipuan (JIBI/Solopos/Dok.)
Penelepon meminta agar paket makanan tersebut dikirim ke Polres
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pemilik warung makan ataupun usaha yang bergerak di bidang kuliner lebih berhati-hati terhadap modus penipuan yang saat ini berkembang. Pasalnya akhir-akhir ini muncul modus penipuan yang mencatut pihak kepolisian dengan jalan memesan makanan.
Pengelola wisata kuliner Kampung Emas Plumbungan, Desa Putat, Patuk Gunawan mengakui nyaris menjadi korban penipuan oknum tak bertanggungjawab mengatasnamakan Polres Gunungkidul. Menurut dia, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (17/11/2017) lalu, di mana ada seorang penelepon yang memesan makanan sebanyak 15 paket.
Penelepon meminta agar paket makanan tersebut dikirim ke Polres, kemudian diserahkan kepada Agus, salah seorang anggota yang bertugas di satuan reskrim Polres Gunungkidul. Sejak awal, Gunawan mengaku sudah curiga dan janggal karena penelpon memiliki logat bahasa yang berbeda dengan umumnya masyarakat di Gunungkidul.
“Jelas saya curiga karena dia tidak bisa menyebutkan harga paketan makanan yang Kampung Emas miliki. Tiba-tiba setelah saya menyebutkan harganya, si penelpon langsung menutup sambungan telepon,” kata Gunawan kepada wartawan, Minggu (19/11/2017).
Menurut dia, dengan kejadian tersebut pihaknya akan lebih berhati-hati. Informasi tentang modus penipuan itu juga telah disampaikan ke seluruh pengelola agar lebih berhati-hati. “Saya memang tidak sampai melaporkan ke polisi. Tapi agar peristiwa itu terjadi, saya meminta kepada pengelola Kmapung Emas untuk berhati-hati. sebab potensi penipuan masih mungkin terjadi karena nomor pengelola sudah banyak tersebar di internet,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Sub Bagian Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengakui adanya potensi penipuan yang mengatasnamakan jajaran polres. Modus yang digunakan dengan cara memesan makanan untuk kemudian dibawa ke kantor polisi. Menurut dia, tindak pidana penipuan ini sudah pernah terjadi di Polsek Tanjungsari dan Semanu.
“Untuk polres memang belum ada, dan baru tahu setelah teman wartawan menelpon. Yang jelas penipuan mengatasnamakan kepolisian banyak dilakukan dengan cara memesan makanan,” katanya.
Ngadino pun berharap kepada pemilik warung maupun usaha jasa kuliner agar lebih berhati-hati. Saat menerima pemesanan, khususnya berkaitan dengan pihak kepolisian jangan langsung percaya dan harus konfirmasi terlebih dahulu. “Ini agar terhindar dari penipuan. Jadi saat ada yang pesan dan mengatasnamakan polisi, bisa dikonfirmasi ke polsek terdekat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita