Gelar FKP, Disdikpora Bantul Siapkan Standar Layanan Peminjaman Stadion
Disdikpora Kabupaten Bantul menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Jembatan Nganggen yang amblas yang memutus akses jalan utama Desa Tamantirto dengan Desa Bangunjiwo. (IST/Pusdalops BPBD Bantul).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengeluarkan peringatan dini cuaca di DIY Badai Cempaka
Harianjogja.com, JOGJA- Wilayah DIY dilanda cuaca ekstrem beberapa hari terakhir.
Puncaknya, hujan lebat mengguyur tanpa henti sehari semalam hingga Selasa (28/11/2017). Ratusan titik bencana muncul, tersebar di seluruh daerah. Bencana meliputi banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=872529">Akses ke Gunungkidul Lumpuh Akibat Badai Cempaka
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengeluarkan peringatan dini cuaca di DIY di mana Badai Cempaka masih akan berdampak pada wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 28-30 November 2017.
Sebenarnya, apa yang dimaksud Badai Cempaka?
Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY Djoko Budiono mengatakan badai tropis adalah badai yang mempunyai kekuatan yang besar yang muncul di lautan yang luas.
Radiusnya bisa mencapai 200 km. Badai ini punya sistem pusat tekanan rendah yang tumbuh di atas lautan yang hangat dengan suhu lebih dari 26.5 derajat celcius.
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=872523">BADAI CEMPAKA : Dampak Banjir Gunungkidul Terparah Sejak 1984
Di badai tropis ini terjadi pusaran angin yang kecepatan mencapai 34 knot. Pada area badai ini disamping menghasilkan kecepatan angin yang besar juga terjadi pembentukan awan awan konvektif sehingga bila badai tropis ini muncul dampak yang bisa dirasakan adalan hujan sangat lebat, angin kencang, tinggi gelombang menjadi besar, serta hujan bisa disertai petir.
BMKG memberi nama badai tropis yg muncul di area Indonesia dengan menggunakan nama bunga. "Badai yang kemarin muncul diberi nama tropical cyclon Cempaka," terangnya, kepada Harianjogja.com, Selasa (28/11/2017).
"Itulah kira-kira gambaran dari badai tropis," tegasnya.
Untuk periode bulan Oktober hingga Maret, badai tropis banyak muncul di selatan equator sedang periode bulan April hingga September banyak muncul di utara equator.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora Kabupaten Bantul menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
DPRD Bantul meminta BPBD dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi angin kencang, pohon tumbang, dan genangan saat pancaroba.
Menteri LH Jumhur Hidayat mendorong pemulihan tata air gambut melalui water intake dan sekat kanal untuk mencegah karhutla di Sumatera Selatan.
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Pemkab Gunungkidul memecat Lurah Bohol Margana setelah kasus korupsi anggaran kalurahan 2022-2024 berkekuatan hukum tetap.
Sebanyak 168 atlet mengikuti Kejurkot Sepatu Roda Kota Jogja 2026. Ajang ini menjadi sarana pembinaan dan penjaringan bibit unggul.