Kulonprogo Siap-Siap Hadapi Difteri
Menteri Kesehatan melihat proses imunisasi Measles Rubella di Madrasah Tsanawiyah Negeri 10, Jl. Damai, Sleman, Selasa (1/8/2017). Pemerintah berkomitmen untuk menghilangkan penularan dan populasi virus campak dan rubella di tahun 2020 serta mengkampanyekan pemberian imunisasi tersebut pada anak usia sembilan bulan sampai usia di bawah 15 tahun, untuk menekan kejadian kasus campak (measles) dan rubella. (Gigih.M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo belum menerima laporan adanya pasien positif difteri
Harianjogja.com, KULONPROGO-Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo belum menerima laporan adanya pasien positif difteri.
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=876067">RSUP Sardjito Pastikan Pelajar di Sleman Negatif Difteri
Kepala Dinas Kesehatan Kulonpppogo, Bambang Haryatno, mengungkapkan, walaupun Kulonprogo masih dinyatakan aman, Dinkes telah menyampaikan surat edaran kepada setiap Puskesmas di Kulonprogo, yang isinya agar setiap fasilitas pelayanan kesehatan bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap difteri tersebut.
"Petugas medis di wilayah agar sigap merespon, jika ada pasien yang memiliki gejala atau tanda-tanda mirip penyakit difteri. Siapa tahu ada, tapi kita harap aman," kata dia, Senin (11/12/2017).
Selama ini Dinkes rutin melakukan imunisasi DT terutama terhadap balita melalui posyandu dan pelajar melalui Puskesmas, imbuh dia. Sejauh ini ketersediaan vaksin imunisasi DT juga mencukupi untuk menjangkau wajib imunisasi DT di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share