Investasi di Gunungkidul Tembus Rp488 Miliar dalam Enam Bulan
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Bayi Difsa butuh uluran tangan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pengobatan untuk Difsa Saputri, bayi penderita kelainan kaki yang membengkak telah dibantu oleh Bapel Jamkesos DIY. Namun demikian, bantuan tersebut belum menyelesaikan masalah, karena keluarga masih butuh uluran, khususnya untuk kebutuhan selama perawatan.
Ayah Difsa Saputri, Hadi Supono mengakui, tidak memiliki banyak uang untuk mencukupi kebutuhan selama perawatan. Kondisi inilah yang membuat keluarga menghentikan proses perawatan di Sardjito.
“Harusnya putri saya dirawat selama dua bulan, tapi karena masalah keuangan, kami pilih dilakukan rawat jalan saja,” kata Hadi yang sehari-hari bekerja sebagai tukan pijit ini, Jumat (5/1/2018).
Menurut dia, keputusan menghentikan perawatan di Sardjito merupakan pilihan yang berat. Namun keputusan tersebut harus diambil, terlebih lagi selama perawatan Difsa harus berpisah dengan sang ibu sehingga tidak mendapatkan asupan dari asi.
“Kelahirannya kan dengan persalinan cesar, maka kondisi Marsih [ibu Difsa] masih lemas dan belum bisa kemana-mana. Jadi saat menjalani rawat jalan, anak saya mendapatkan asupan asi yang cukup,” ungkapnya.
http://m.solopos.com/?p=882296">Baca juga : Difsa, Balita Malang dari Gunungkidul Lahir dengan Kaki Kiri Membengkak
Hadi pun mengaku pasrah dengan apa yang dialami Difsa. Untuk biaya pengobatan selama perawatan, ia sudah banyak meminjam ke tetangga. “Memang selama perawatan tidak bayar, tapi untuk transportasi Semanu-Kota Jogja juga butuh biaya,” katanya.
http://cms.solopos.com/?p=882371">Baca juga : Difsa, Bayi Penderita Kelainan Sejak Lahir Belum Tercover JKN BPJS
Menurut dia, apa yang dialami Difsa bisa disembuhkan, namun dengan catatan harus rutin menjalani pengobatan. “Kami akan terus berusaha dan setiap kali periksa, harus pagi-pagi ke Sardjito untuk mendapatkan antrean dalam pemeriksaan,” katanya.
Kepala Desa Semanu, Andang Yunanto mengatakan, keluarga Hadi Supono termasuk keluarga tidak mampu. Ia pun berharap ada bantuan untuk meringankan beban selama Difsa menjalani perawatan. “Mudah-mudahan ada yang bantu, apalagi untuk biaya bolak-balik Semanu-Kota Jogja juga butuh biaya yang tidak sedikit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Maestro seni rupa Indonesia Nasirun meninggal dunia pada usia 60 tahun. Sahabat dan kolega mengenang hari-hari terakhir, tawa, serta warisan besar yang ditingga
Situs Grammy hapus video penampilan BTS Dynamite dan Butter usai grup K-Pop itu nyatakan boikot. Spekulasi pun bermunculan.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026.
FIFA batal jual saham Piala Dunia setelah UEFA ancam boikot. Petinggi mundur protes. Infantino akhirnya mundur. Simak kronologi lengkapnya
Bantul Creative Expo 2026 resmi dibuka di Stadion Sultan Agung. Pemkab Bantul menargetkan transaksi UMKM Rp2,367 miliar dan kunjungan 110 ribu orang selama semb