Lansia 85 Tahun Hilang di Gunungkidul, Pencarian Belum Berhasil
Lansia 85 tahun di Gunungkidul hilang sejak Senin, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di kawasan karst.
Buah dari surga diketahui memiliki kandungan yang dapat mengurangi sel kanker.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Warga Desa Siraman, Kecamatan Wonosari mulai mengembangkan Gac, buah langka yang dijuluki buah dari surga. Untuk saat ini, buah dengan nama latin Momordic cochonchinensis banyak dikembangkan di wilayah Vietnam dan Thailand.
Buah gac menurut para ahli memiliki kandungan vitamin A sepuluh kali dibandingkan wortel dan buah lainnya. Buah ini termasuk langka dengan bagian luarnya berwarna oranye kemerahan, dengan duri tumpul yang memenuhi permukaan buah. Saat dibuka, bagian dalamnya mirip markisa namun berwarna merah darah seperti buah naga.
Pembudidaya buah gac, Budi kuncoro mengatakan buah ini termasuk langka karena belum banyak dikembangkan di Indonesia. Menurut dia, pohon buah ini merambat seperti anggur dengan masa panen setiap empat bulan sekali. “Saya tertarik karena di Indonesia masih sebatas penikmat. Untuk bibitnya, saya beli melalui situs online,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (19/1/2018).
Dia menjelaskan, buah Gac dikenal sebagai buah dari surga dan banyak dikembangkan di Vietnam, Thailand, serta sejumlah negara lainnya di Asia Tenggara. Untuk harga buah terhitung mahal karena saat dijadikan jus per liternya dihargai Rp150.000. “Buah ini dipercaya dapat mengurangi sel kanker di tubuh manusia,” kata Tenaga Harian Lepas di Dinas Pertanian dan Pangan ini.
Menurut Budi, pengembangan buah gac tak terlalu sulit. Ini lantaraan kontur tanah tipis di Gunungkidul bisa digunakan untuk budidaya dengan baik. Setiap kali menanam, harus ditanam empat sampai lima pohon dengan tujuan untuk mengawinkan antara bunga jantan dan betina. “Penyerbukan buah ini harus dilakukan secara manual dengan mempertemukan antara buah jantan dan betina,” ungkapnya.
Hal yang sama juga dilakukan saat penamaan buah karena harus digosok-gosok terlebih dahulu bijinya. Sebab jika tidak digosok, proses tumbuhnya kecambah baru akan muncul dalam rentang waktu enam bulan. “Untuk saat ini proses budidaya terhitung sukses. Namun untuk buahnya belum berani kami pasarkan karena bijinya diperuntukkan untuk pengembangan,” katanya lagi.
Salah seorang warga Baleharjo, Aditya Putratama mengaku sudah pernah merasakan buah gac. Menurut dia, buah ini rasanya hambar dengan campuran rasa kecut. “Saya merasakan saat main ke tempat pengembangan buah gac di Siraman. Informasinya buah ini baik untuk kesehatan,” kata Adit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia 85 tahun di Gunungkidul hilang sejak Senin, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di kawasan karst.
Stemawa Moto Contest 2026 di SMK Ma’arif 1 Wates diikuti 130 peserta dengan delapan kategori modifikasi motor dari DIY dan sekitarnya.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Simak jalur bus Trans Jogja yang menghubungkan pusat kota hingga kawasan pinggiran DIY
Seorang nenek di Rongkop, Gunungkidul, tewas diduga saat memadamkan api pembakaran sampah. BPBD mengingatkan bahaya kebakaran lahan
Gempa Venezuela memicu lebih dari 500 gempa susulan. Korban tewas mencapai 1.450 orang, ribuan dirawat, dan 12.000 warga mengungsi.
Ratusan petani muda Magelang mengikuti pelatihan pertanian modern Bayer SATRIA untuk meningkatkan produktivitas, teknologi, dan akses pasar.