3.174 Mahasiswa UII KKN, Semua Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Wilayah DIY akan diguyur hujan lebat mulai Senin hingga Rabu
Harianjogja.com, SLEMAN-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang, kilat/petir di sejumlah wilayah Indonesia.
Fenomena ini akan terjadi pada Senin (5/2/2018) hingga Rabu (7/2/2018). Wilayah DIY, termasuk dalam daerah yang akan dilanda cuaca ekstrem tersebut. Berdasarkan rilis dari BMKG wilayah DIY akan diguyur hujan lebat mulai Senin hingga Rabu.
Cuaca buruk ini disebabkan adanya sirkulasi siklonik di perairan timur Filipina dan Samudera Hindia barat daya Sumatra.
Sirkulasi siklonik merupakan pusaran angin yang memicu massa udara atau uap air sebagai faktor utama pembentuk awan akan bergerak ke arahnya. Hal ini menyebabkan daerah yang berada di sekitar sirkulasi tersebut memiliki potensi pertumbuhan awan signifikan sehingga perlu diwaspadai menimbulkan hujan lebat dan cuaca ekstrem.
Selain hujan deras, wilayah DIY juga diprediksi akan diterpa angin kencang. Warga diminta mewaspadai adanya pembentukan awan Cumulonimbus (Cb). Hingga awal Februari, fenomena angin kencang dan gelombang masih cukup tinggi.
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jogja Djoko Budiyono menjelaskan, selama Februari ini secara umum masih puncak musim hujan. Di wilayah Jawa, khususnya DIY intensitas hujan disertai angin dan petir terjadi akibat pengaruh interaksi antara intensitas maksimum Matahari yang posisinya di atas Jawa dan kuatnya monsoon Asia.
Kondisi ini juga memengaruhi munculnya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah utara Australia. "Monsoon baratan atau Asia masih banyak membawa uap air. Kondisinya masih cukup kuat masuk hingga bagian selatan equator," jelasnya kepada Harianjogja.com, Senin.
Hangatnya suhu muka laut perairan Indonesia yang secara umum berkisar antara 28-30 derajat selsius berperan dalam ketersediaan uap air di Jawa. Kondisi tersebut menyebabkan potensi pembentukan awan hujan relatif tinggi. "Osilasi MJO yang diprediksi Maret berada kembali di wilayah Indonesia bagian barat [fase empat] berpotensi menyebabkan peningkatan hujan di wilayah Jawa," jelas Djoko.
Dari kondisi cuaca tersebut, Djoko menegaskan jika potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih terjadi di DIY. Dia mengimbau agar masyarakat tetap mewaspadai bencana alam akibat cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang/baliho roboh serta sambaran petir. "April diprediksi baru akan masuk pancaroba," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Dokter menjelaskan miom dan kista tertentu dapat ditangani dengan operasi tanpa mengangkat rahim melalui teknik bedah minimal invasif.
Harga buyback emas Antam hari ini Rp2,505 juta per gram, naik 6,14% sejak awal 2026 namun masih di bawah rekor Januari.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
Pembangunan ruas Kretek-Girijati yang dikenal sebagai Kelok 23 ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Meski konstruksi segera rampung.
mpatkan kesejahteraan guru sebagai salah satu perhatian pemerintah. Salah satunya melalui pengangkatan guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja