Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Video asusila yang melibatkan sebelas siswa SMP di Kecamatan Playen viral di dunia maya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Video asusila yang melibatkan sebelas siswa SMP di Kecamatan Playen viral di dunia maya. Kasus ini pun sempat menghebohkan masyarakat di Gunungkidul.
Video berdurasi 38 detik ini merperlihatkan adegan yang tak seronoh di dalam sebuah ruangan sekolah. Di dalamnya, terdapat seorang gadis sebagai perekam dan seorang lagi sebagai gadis yang diduga adalah ES yang disawer. Sementara itu, sembilan siswa lainnya berperan sebagai penyawer.
Adegan ini diawali oleh gadis perekam yang mengambil sebuah bungkus rokok dan memasukan ke baju ES. Selanjutnya, ia pun berkata sawer kemudian diikuti oleh sembilan siswa lain memasukan uang kertas ke dalam baju dan ada yang memegang payudara.
Tak berhenti di sini, di saat ES mengeluarkan uang dan bungkus rokok dari dalam baju, ada siswa yang masih berusaha memegang payudara dan memasukan tangan ke baju yang bersangkutan.
Salah seorang warga Piyaman, Wonosari Anjar mengaku mendapatkan video asusila beberapa hari lalu melalui sebuah grup di WA. Ia pun mengaku kaget dengan isi video yang memperlihatkan adegan yang tidak baik. “Video ini sudah menjadi perbincangan di masyarkat,” katanya kepada wartawan, Senin (19/2/2018).
Ia pun mengaku prihatin dengan isi video. Terlebih lagi dalam adegan tersebut tidak ada yang merasa menyesal dan malah semua pemeran tertawa bersama. “Mungkin itu dianggap lucu, tapi sebenarnya merupakan hal yang tak pantas dilakukan dan diunggah ke media sosial,” ungkapnya.
Dari penelusuran yang dilakukan awak media, video asusila ini berasal dari salah satu SMP di Kecamatan Playen. Adapun lokasi penggambilan gambar berada di ruang kelas di sekolah tersebut. Video itu ramai diperbincangkan sejak 3 Februari lalu.
Kepala Sekolah tempat ES dan kawan-kawan bersekolah, Mursinah mengakui adanya ulah usil dari para siswa yang membuat video asusila. Pihak sekolah pun merasa kecolongan karena adegan tersebut dibuat di lingkup sekolah.
“Kejadiannya terjadi saat pergantian jam pelajaran. Rencanya pelajaran akan dilanjutkan ke perpustakaan, tapi para siswa tidak langsung menuju perpustakaan dan malah membuat video tersebut,” katanya.
Menurut dia, untuk penyelesaian kasus dilakukan dengan memberikan pembinaan. Selain itu, para orang tua juga dipanggil untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. “Semua sudah dipanggil bersama wali murid untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
PSS Sleman membidik poin saat menghadapi Dewa United yang belum terkalahkan di liga pada Minggu (20/9/2026) di Banten.
Rangkuman ekonomi sepekan 14-19 September 2026, dari komitmen jaga APBN hingga temuan pelanggaran 25 merek beras fortifikasi.
Serangan Iran merusak sejumlah pangkalan AS di Timur Tengah. Biaya perang diperkirakan mencapai Rp676,8 triliun.
Seraf Naro Siregar meraih perunggu dan memastikan medali pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dari nomor changquan putra.
DPRD Kota Jogja mendorong kalender event berbasis budaya untuk mengisi low season dan memperpanjang masa tinggal wisatawan.