Raffi Ahmad Minta Maaf Usai Hadiri Acara Sumpah Pemuda Polda Metro
Raffi Ahmad meminta maaf setelah menghadiri acara Sumpah Pemuda Polda Metro Jaya yang menuai sorotan dan menjadi perbincangan warganet.
Puluhan driver Gojek yang tergabung dalam Paguyuban Gojek Driver Jogja (Pagodja) lakukan aksi damai
Harianjogja.com, JOGJA--Puluhan driver (pengendara ojek) Gojek yang tergabung dalam Paguyuban Gojek Driver Jogja (Pagodja) lakukan aksi damai di sepanjang Jl. Mangkubumi, Jetis, Jogja, Jumat (23/3/2018). Aksi tersebut menuntut pengembalian upah minimum bagi pengendara gojek di wilayah Kota Solo.
Adapun aksi yang dilakukan pada pukul 12.30 hingga 14.00 WIB ini adalah dengan menempelkan kertas berisi aspirasi para peserta aksi yang kemudian ditempelkan ke helm Gojek masing-masing. Selanjutnya helm tersebut di jejerkan di sepanjang Jl. Mangkubumi, tepatnya di depan hotel Harper Mangkubumi.
Sekjen Pagodja, Widi Asmara mengungkapkan aksi ini sebagai bentuk dukungan kepada driver Gojek di wilayah Kota Solo. Menurutnya upah minimum yang diterapkan pengelola Gojek Solo merugikan driver.
"Tiga hari lalu ada kebijakan yang merugikan teman-teman [driver] Solo Raya. Di sana upah minimum Rp4.000, padahal di tempat lain khususnya Jogja masih Rp8.000. Itu terlalu murah dan merugikan," ujarnya.
Ia menambahkan dengan upah seperti itu makin memberatkan driver. Hal ini dikarenakan tidak setiap hari driver bisa dapat orderan. "Dalam sehari kan belum tentu ada order, ditambah upah minimum segitu, Itu sudah merugikan, pendapatan mereka jadi berkurang drastis," lanjutnya.
Widi berharap upah minimum driver wilayah Kota Solo bisa kembali normal. "Semoga bisa kembali normal karena kita sama-sama satu Ikatan," ujarnya.
Salah satu peserta aksi yang merupakan perwakilan dari driver Gojek Solo, Novi mengungkapkan penurunan tarif dirasa merugikan. Hal itu dikarenakan pendapatan driver berkurang drastis.
"Efeknya otomatis pendapatan kita menurun. Itungan kotor sebelumnya tarif jadi Rp4.000 contohkan aja kita ditarget 14 poin, jika dengan tarif sebelumnya [Rp8.000] bisa dapet ratusan ribu, tapi kalau dengan tarif sekarang susah," ujarnya.
Novi menambahkan awalnya ada SMS dari pihak Gojek Solo yang memberitahukan tarif driver menjadi Rp5.000, tapi dalam pelaksanaanya justru Rp4.000. "Ada SMS dari pihak Gojek, kalau ada penurunan tarif jadi Rp5.000 tapi kok pas praktik justru malah kaya gini," katanya.
Atas hal itu laki-laki yang sudah dua tahun menjadi driver gojek ini berharap upah minimum bagi mereka bisa kembali normal. "Tolong dinormalisai aja. Memakai tarif yang rasional," ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya ribuan driver Gojek Solo Raya mengadakan mogok dan menggelar aksi demo menuntut tarif dikembalikan, pada Kamis (22/3/2018) lalu. Aksi yang dilakukan di Kantor PT Gojek Indonesia Solo Baru tersebut guna menuntut tarif minimum standart yakni sebesar Rp8.000, sedangkan tarif yang dikenakan untuk driver Gojek Solo raya saat ini Rp4.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Raffi Ahmad meminta maaf setelah menghadiri acara Sumpah Pemuda Polda Metro Jaya yang menuai sorotan dan menjadi perbincangan warganet.
Kemenhub mengintensifkan rampcheck bus dan truk serta pengawasan ETLE HUB untuk menekan risiko kecelakaan selama Nataru 2026/2027.
Polda Metro Jaya memburu bandar ganja inisial K yang masuk DPO setelah menggagalkan peredaran 44,1 kg ganja asal Sumatera Utara.
DPRD Bantul mendorong target pembangunan 600 km jalan didukung BKK DIY dan anggaran pusat, bukan hanya mengandalkan APBD.
Pemerintah menyiapkan 1 juta ton beras SPHP seharga Rp12.500 per kg untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang akhir 2026.
Sebanyak 46 dari 176 sekolah penerima bantuan revitalisasi di Gunungkidul belum mencairkan dana. Pemkab sudah melaporkan persoalan ini ke kementerian.