Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Pendataan masjid perlu pendekatan.
Harianjogja.com, JOGJA--Kantor Kementrian Agama DIY perlu melakukan pendekatan dengan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama terkait pendataan masjid-masjid yang terindikasi menyebarkan paham radikal dan intoleransi.
Rois Syuriah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, Masngud Masduki secara pribadi tidak mempersoalkan dengan pendataan masjid karena sudah menjadi tugas pemerintah menjaga keamanan dan kenyamanan di masyarakat.
"Cuma yang perlu diingat Kemenag perlu melakukan pendekatan supaya pendataan tidak menjadi salah paham di masyarakat," kata Masngud, Selasa (27/3/2018).
Masngud mengatakan masjid merupakan simbol umat Islam sehingga jangan sampai upaya baik pemerintah nantinya justru dicurigai yang dapat menyulut umat Islam. Hal itu dapat diantisipasi dengan pendekatan kekeluargaan dan silaturahim dengan banyak pihak. "Dengan silaturahim saya kira pendekatan yang efektif," kata dia.
Kanwil Kemenag DIY menggandeng Badan Intelijen Mabes Polri untuk mendata masjid-masjid yang disinyalir menyebarkan paham intoleransi. Pendataan tersebut sebagai bahan Kemenag untuk membina para takmir atau pengurus masjid supaya tidak mengundang penceramah yang menyampaikan materi kebencian terhadap kelompok lain.
Ada tiga hal yang menjadi indikator masjid masuk katagori sebagai ajang penyebaran radikalisme, yakni para penceramahnya selalu mengkampanyekan kebencian terhadap pemerintah yang sah, menyampaikan materi soal khilafah dan menciptakan kebencian terhadap kelompok lain, serta menyebarkan materi yang membenturkan agama, sistem negara, dan budaya.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Gita Danu Pranata mengaku belum mengetahui maksud dan tujuan pendataan masjid yang dilakukan Kanwil Kemenag DIY. Jika pendataan itu menjadi tugas Kemenag dan Polri, ia tidak mempersoalkan.
Namun, Gita menilai sejauh ini tidak ada masjid di DIY yang menyebarkan paham radikal dan intoleransi, "Saya belum melihat ada gejolak, Jogja sudah kondusif, bisa dilihat dari kerukukan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Gita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 4 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Satpol PP Sleman menggelar 179 pembinaan kamling di 14 kapanewon selama Semester I 2026 untuk memperkuat deteksi dini gangguan ketertiban dan keamanan lingkunga
Bos Pramac Yamaha Paolo Campinoti menilai MotoGP tidak bisa sepenuhnya meniru Formula 1. Menurutnya, kemampuan F1 menembus pasar premium menjadi hal yang sulit
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 4 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.