30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Pendataan masjid perlu pendekatan.
Harianjogja.com, JOGJA--Kantor Kementrian Agama DIY perlu melakukan pendekatan dengan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama terkait pendataan masjid-masjid yang terindikasi menyebarkan paham radikal dan intoleransi.
Rois Syuriah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, Masngud Masduki secara pribadi tidak mempersoalkan dengan pendataan masjid karena sudah menjadi tugas pemerintah menjaga keamanan dan kenyamanan di masyarakat.
"Cuma yang perlu diingat Kemenag perlu melakukan pendekatan supaya pendataan tidak menjadi salah paham di masyarakat," kata Masngud, Selasa (27/3/2018).
Masngud mengatakan masjid merupakan simbol umat Islam sehingga jangan sampai upaya baik pemerintah nantinya justru dicurigai yang dapat menyulut umat Islam. Hal itu dapat diantisipasi dengan pendekatan kekeluargaan dan silaturahim dengan banyak pihak. "Dengan silaturahim saya kira pendekatan yang efektif," kata dia.
Kanwil Kemenag DIY menggandeng Badan Intelijen Mabes Polri untuk mendata masjid-masjid yang disinyalir menyebarkan paham intoleransi. Pendataan tersebut sebagai bahan Kemenag untuk membina para takmir atau pengurus masjid supaya tidak mengundang penceramah yang menyampaikan materi kebencian terhadap kelompok lain.
Ada tiga hal yang menjadi indikator masjid masuk katagori sebagai ajang penyebaran radikalisme, yakni para penceramahnya selalu mengkampanyekan kebencian terhadap pemerintah yang sah, menyampaikan materi soal khilafah dan menciptakan kebencian terhadap kelompok lain, serta menyebarkan materi yang membenturkan agama, sistem negara, dan budaya.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Gita Danu Pranata mengaku belum mengetahui maksud dan tujuan pendataan masjid yang dilakukan Kanwil Kemenag DIY. Jika pendataan itu menjadi tugas Kemenag dan Polri, ia tidak mempersoalkan.
Namun, Gita menilai sejauh ini tidak ada masjid di DIY yang menyebarkan paham radikal dan intoleransi, "Saya belum melihat ada gejolak, Jogja sudah kondusif, bisa dilihat dari kerukukan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Gita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.