Mahasiswa UGM Jawara di Kompetisi Simpic 2018

Sunartono
Sunartono Senin, 02 April 2018 21:50 WIB
Mahasiswa UGM Jawara di Kompetisi Simpic 2018

Tim mahasiswa FKKMK UGM dalam ajang SIMPIC 2018. (Dok Ist Humas FKKMK UGM)

Harianjogja.com, SLEMAN-- Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM berhasil menjuarai kompetisi internasional Siriraj International Microbiology - Parasitology and Immunology Competition (SIMPIC) 2018 di Universitas Mahidol, Bangkok, Thailand, Senin (19/3/2018) lalu. Selain menjadi juara, sejumlah mahasiswa FKKMK UGM juga mendapatkan penghargaan dalam kompetisi itu.

UGM mengirimkan dua kelompok, tim pertama beranggotakan Marcellus, Wynne Wijaya, Audric Kenny Tedja dan Hana Fauzyyah Hanifin berhasil menundukkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi level dunia. Selain  itu tiga mahasiswa UGM berhasil meraih medali perunggu dalam kategori individual award, antara lain Audric Kenny Tedja dari tim satu, serta I Putu Aditio Artayasa dan Maria Patricia Inggriani dari tim dua. Selama masa perlombaan, kedua tim mendapatkan pendampingan dari dua dosen FKKMK UGM, Didik Setyo Heriyanto dan Rina Susilowati.

"Ajang kompetisi tahun 2018 ini yang ketujuh dan diikuti 61 tim dari berbagai negara di dunia," terang salah satu perwakilan mahasiswa FKKMK UGM, Marcellus dalam rilis yang dikirim kepada Harianjogja.com, Senin (2/3/2018).

Ia menambahkan, setelah melalui serangkaian babak penyisihan, timnya berhasil melaju ke babak final. Saat itu, timnya mendapatkan skor akhir 68,40, berhasil menaklukkan DeLa Salle Health Sciences Institute Filipina dengan skor 38,40 dan Universitas Indonesia (UI) Jakarta dengan skor 32,64 serta tim tuan rumah Faculty of Medicine, Siriraj Hospital, Mahidol University dengan skor jauh dari UGM yaitu 28,16.

Prestasi itu sekaligus menaikkan derajat UGM dalam ajang serupa, karena pada 2017 silam harus puas di urutan kedua. "Karena tahun lalu di urutan kedua, mampu menjadi semangat tersendiri bagi tim untuk meraih juara 1 dalam kompetisi ini, akhirnya tercapai," kata dia.

Ia mengatakan, berbagai persiapan kompetisi telah dilakukan tim sejak Desember 2017. Selama masa persiapan itu, tim mendapatkan bimbingan dari empat dosen.

Marcellus berharap pada kejuaraan berikutnya, tim FKKMK UGM bisa mempertahankan gelar tersebut. Bekal utama yang dipersiapkan adalah semangat, optimisme dan persiapan materi dengan matang. "Materinya sangat banyak yang harus dikuasai, terutama terkait penyakit infeksi. Semua tim harus bisa menguasai materi," ungkapnya.


 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online