Bambang Herras (kanan) memberi kenang-kenangan karya kepada Djokopekik saat pembukaan pameran tunggalnya, Senin (2/4/2018). (Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi)
Harianjogja.com, BANTUL-Gelaran karya Bambang Herras bertajuk Trilateral Solo Exhibition Mangsimili resmi dibuka malam ini di Senin (2/4/2018). Terdapat 60 karya Bambang Herras bermedia kertas dan tinta yang dipamerkan di Kiniko Art Room Sarang Building.
Sesuai dengan nama Trilateral, pameran karya ini dilaksanakan di tiga tempat yaitu di Studio Kalahan milik perupa Heri Dono, Plataran Djokopekik, dan Kiniko Art Room Sarang Building milik Jumaldi Alfi. "Ini pameran pertama saya, saya mengoneksikan tiga perupa DIY yang sebenarnya sudah akrab," kata Herras, Senin (2/4/2018).
Herras berharap pameran karyanya dapat menginspirasi para seniman di DIY supaya terus berkarya dan akhirnya menjadikan Kota Jogja, khususnya, menjadi pusat seni rupa. "Kalau Ambon kota penyanyi, Jogja juga bisa jadi kota seniman lukis. Kalau saat ini sudah ada 3.500 perupa tinggal di Kota Jogja. Baik itu yang sudah legend maupun yang masih mahasiswa," kata Herras.
Herras mengatakan, Mangsimili mengandung harapan baginya. Mangsi yang berarti tinta merupakan medianya untuk melukis, sementara mili berarti mengalir. Harapannya semangatnya dalam berkarya melalui tinta dan kertas akan terus mengalir. Begitu juga dengan rezeki yang didapat dari berkarya.
Dalam pameran Trilateral Mangsimili ini, Herras akan menampilkan 350 karyanya di tiga tempat berbeda. "Di Kiniko Art Room ada 60 karya, sisanya di Plataran Djokopekik pada 18 April dan di Studio Kalahan Heri Dono pada 2 Mei," kata Herras.
Pada pameran ini, Herras tidak menampilkan yang muluk-muluk. Dia mengatakan dirinya menggambarkan persoalan sosial yang ada di sekelilingnya. "Bisa dikatakan temanya universal, kekinian," kata Herras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.