Abu Vulkanik Gunung Merapi Menyebar Sampai ke Wonosobo
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Jembatan Tengku Fisabilillah atau dikenal dengan Jembatan Barelang terlihat dari udara di Batam, Kepulauan Riau. (Bisnis/Dwi Prasetya)
Harianjogja.com, JOGJA--Selama ini Batam dikenal sebagai kawasan industri di Tanah Air. Banyak industri yang ada di Batam dengan hasil produk yang diekspor.
Tetapi lima tahun terakhir kondisinya berbeda. Melemahnya ekonomi dan turunnya harga minyak mentah dunia berimbas pada pertumbuhan ekonomi di Batam.
Melemahnya perekonomian ini membuat Badan Pengusahaan Batam (Dulu Otorita Batam) mulai memikirkan untuk mengembangkan pariwisata di pulau yang berbatasan dengan Singapura tersebut. Mengambil tema Batam FunTastic, maka ada tujuh destinasi andalan yang gencar dipromosikan.
Kepala Sub Bidang Promosi Badan Pengusahaan Batam Ferdiana Sumiartony kepada Harianjogja.com di Hotel Royal Ambarrukmo mengatakan, ada tujuh destinasi wisata yang gencar dipromosikan. Ketujuh destinasi itu adalah Spa untuk kebugaran, Kota Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), wisata air, wisata buatan untuk olahraga, wisata sejarah dan religi karena di Batam ada Vihara terbesar di Asia Tenggara dan Kampung Vietnam di Pulau Galang, wisata alam seperti petik buah dan wisata kuliner.
“Banyak wisatawan yang berdatangan dari Singapura dan Johor Malaysia yang datang ke Batam setiap akhir pekan. Mereka biasanya bermain golf dan kuliner,” kata Ferdiana, Selasa (3/4/2018). Tahun lalu ada 1,5 juta wisatawan yang datang ke Batam. Ini membuat Batam menjadi destinasi ketiga setelah Bali dan Jakarta.
Ferdiana mengatakan, jika wisatawan Indonesia ingin ke Singapura bisa menginap di Batam karena biaya penginapannya lebih murah dibandingkan di kota singa tersebut. Apalagi Singapura bisa ditempuh dari Batam hanya 30 menit menggunakan kapal feri. Kapal ini paling pagi berangkat dari Batam pukul 06.00 WIB dan dari Singapura ke Batam paling akhir pukul 21.00 waktu setempat. “Setiap jam sekali ada kapal feri yang berangkat dari pelabuhan Batam ke Singapura,” kata Ferdiana.
Murahnya akomodasi ini juga diungkapkan oleh Ady Soegiharto, Director For One Stop Service. Apalagi kalau mau menginap di Asrama Haji satu kamar untuk 10 orang biayanya hanya Rp400.000 sudah dapat kamar ber-AC. Untuk menggaet wisatawan, Minggu (8/4/2018) mendatang akan diselenggarakan Batam Menari. Saat ini sudah ada 20.000 orang yang mendaftar dan diharapkan ini bisa masuk ke Muri. “Kalau kegiatan ini lancar, ini akan menjadi agenda rutin di Batam,” jelasnya.
Tantangan Batam, kata Ady, membuat lama tinggal wisatawan asing di Batam. Selama ini mereka datang ke Batam untuk bermain golf di akhir pekan dan kemudian wisata kuliner. “Kami ingin lama tinggal mereka bertambah sehingga kami mulai membuat agar wisatawan mudah untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada. (*)
CP: Ferdiana Sumiartony (08566519954)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.
DLH Sleman melarang limbah penyembelihan hewan kurban dibuang ke sungai demi mencegah pencemaran lingkungan saat Iduladha.