Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Bupati Bantul Suharsono, saat meninjau Pasar Kuliner di Lapangan Demi, Wukirsari, Imogiri, Kamis (5/4/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul merelokasi sebanyak 40 pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Imogiri Timur KM 11-17. Mereka ditempatkan menjadi satu di Lapangan Demi, Wukirsari, Imogiri. Mulai Kamis (5/4/2018) kemarin, Lapangan Demi resmi menjadi pusat kuliner Imogiri.
Mereka dipindahkan dalam satu kawasan tersebut karena selama ini PKL di Jalan Imogiri kurang tertata dan mengganggu lalu lintas kendaraan. Sebab, jalur tersebut merupakan jalur utama kawasan wisata Mangunan.
Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi mengatakan, jumlah PKL di Imogiri ada sekitar 150 pedagang dengan berbagai jenis dagangan, mulai dari angkringan, asongan, penjual kaset, hingga kuliner. "PKL yang bisa ditampung di Lapangan Demi baru 40 PKL yang berasal dari pedagang kuliner," kata dia, di sela-sela peresmian pasar kuliner Imogiri.
Subiyanta mengatakan, para PKL yang tertampung di lapangan Demi mendapatkan fasilitas tenda, listrik, air. Selain itu pihaknya juga menyediakan 10 tenda sebagai tempat makan bagi pengunjung pasar kuliner. Terkait retribusi, Subiyanta menyatakan untuk sementara semuanya gratis.
Namun, dalam pengelolaannya ke depan, Pemerintah Kabupaten Bantul akan menyerahkan ke Pemerintah Desa Wukirsari dan Desa Imogiri. Ia berharap PKL yang sudah menempati lapangan Demi tidak kembali lagi ke lokasi semula. Pihaknya juga akan berupaya mempromosikan pasar kuliner tersebut.
Papan promosi di sepanjang Jalan Imogiri sudah dilakukan. "Nanti di terminal juga akan kami pasang papan promosi Pusat Kuliner Imogiri," ujar Subiyanta.
Suroso, salah satu PKL di Jalan Imogiri KM 11 mengaku tidak masalah dipindah ke Lapangan Demi. Pemilik lesehan lele bakar itu belum bisa menghitung soal pendapatan karena baru sehari menempati lahan baru di lapangan Demi. Sebelum pindah, dirinya dalam sehari bisa mendapatkan Rp500.000 sampai Rp1 juta dari berjualan mulai pukul 17.00-22.00 WIB.
Sementara Kamsiyah, pemilik angkringan di lapangan Demi mengatakan, dirinya sudah sejak dua tahun lalu berjualan di pinggir lapangan Demi. Selama ini ia membayar ke desa sebesar Rp150.000 untuk sewa tempat dan Rp30.000 untuk biaya air dan listrik.
Ia mengaku senang dengan bertambahnya PKL di lapangan Demi karena bisa meramaikan kawasan tersebut. Menurut Kamsiyah, lapangan Demi setiap harinya ramai dikunjungi wisatawan terutama saat sore dan malam hari. "Biasanya wisatawan dari Mangunan pada mampir makan di sini," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Belanja pegawai Kulonprogo masih di atas 30% APBD. DPRD mendorong efisiensi birokrasi dan penguatan PAD tanpa mengurangi layanan publik.
Progres Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman mencapai 88 persen. Proyek dikebut agar bisa difungsionalkan saat Nataru.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mencabut gelar menantunya, Raabi'atul Adawiyyah. Keputusan berlaku segera tanpa pengumuman perceraian.
Gelombang tinggi di Kulonprogo merobohkan tiga warung di Pantai Trisik dan membuat air laut masuk ke dua rumah warga.
Gempa M 7,4 mengguncang Kolombia dan menewaskan 111 orang. Presiden Abelardo de la Espriella memimpin langsung penanganan bencana.