Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung (tengah) menerima berkas surat warga terdampak JJLS dari kuasa hukum warga, Ferry Octa Irawan, Jumat (6/4/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, JOGJA-Terkait puluhan warga Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul terdampak JJLS yang menuntut harga ganti rugi tanah yang tidak sesuai, ORI DIY menargetkan perencanaan lapangan selesai minggu depan. Nantinya pihak ORI DIY akan menggali informasi dan klarifikasi dari pihak pengadaan tanah, pihak appraisal, dan warga terdampak.
Kepala ORI Perwakilan DIY Budhi Masthuri mengatakan, ORI DIY belum menggali informasi lebih dalam. ORI DIY membutuhkan pengumpulan data lapangan dari berbagai pihak. "Tetapi kami tahu intinya adalah soal tafsir harga berbeda," kata Budhi, Sabtu (7/4/2018).
Budhi mengatakan, ORI DIY juga tengah menjajaki mediasi bersama panitia pengadaan tanah dan warga terdampak.
Budhi tak menampik jika ORI DIY harus secepatnya menerjunkan tim ke lapangan mengingat proyek JJLS adalah proyek yang terikat tenggat waktu. "Kalau sampai dibawa ke pengadilan nanti kan win-lose, pasti ada yang tersakiti. Kalau lewat ombudsman, pastinya win-win. Semua pihak diuntungkan, jadi harus secepatnya," kata Budhi.
Sebelumnya, puluhan warga Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul mendatangi ORI DIY dan DPRD DIY untuk menuntut ganti rugi tanah yang tak sepadan dan jauh di bawah harga pasar. Saat ini warga mengharap proses mediasi secepatnya sebelum jatuh tempo penggugatan berakhir dan ombudsman tidak ada akses melakukan pengawalan pemeriksaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.