PDAM Sleman Amankan Pasokan Air, Siapkan Cadangan Hadapi Kemarau
PDAM Sleman menyiapkan cadangan air hingga ratusan liter per detik untuk mengantisipasi kemarau. Wilayah rawan kekeringan kini makin terkendali.
Ilustrasi Malioboro./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA-Pemkot Jogja masih menunggu selesainya pembangunan eks Bioskop Indra sebelum menentukan penataan para pedagang kali lima (PKL) Malioboro.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan, penataan para pedagang akan dilakukan bila proses pembangunan eks Bioskop Indra selesai. Termasuk pembangunan sisi barat Jalan Malioboro sebagai pendestrian.
"Kalau semua pembangunan selesai kami baru lakukan sosialisasi," katanya di Balai Kota Jogja, Selasa (10/4/2018).
Heroe mengatakan, Pemkot juga masih belum memetakan PKL mana yang akan ditata kemudian menempati eks bioskop tersebut. Termasuk sosialisasi kepada pedagang.
"Kami akan sosialisasikan setelah semuanya dibangun. Ini tidak hanya Pemkot karena penataan ini butuh kesepatan bersama dengan Pemda DIY dan pedagang. Paling tidak mendekati akhir pembangunan, baru kami sampaikan ke seluruh PKL,” katanya.
Terkait rencana penataan tersebut, Heroe mengakui jika sebagian PKL Malioboro sudah mengetahuinya meskipun secara resmi belum disosialisasikan. Dia berharap agar masalah tersebut tidak menimbulkan polemik karena pemerintah masih akan menyamakan persepsi.
"Ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Bagaimana menyamakan persepsi dengan pedagang terkait penataan PKL Malioboro ke eks Bioskop Indra," katanya.
Menurut Heroe, ada beberapa kelompok pedagang yang berminat untuk menempati eks bioskop itu. Sayangnya dia tidak mau menyebut kelompok PKL yang dimaksud. Meski begitu, Heroe berjanji pemkot akan terus mengupayakan keberadaan eks bioskop tersebut akan ditata sedemikian rupa.
“Bangunan gedung itu nantinya akan dibuat sangat nyaman bagi pengunjung. Siapapun bisa mengakses ke sana. Ini yang harus dipikirkan," katanya.
Penataan wajah baru Malioboro tahap kedua (sisi Barat) ini diperuntukkan untuk pedestrian. Perubahan tersebut dinilai siginifikan kareba berdampak pada moda transportasi tradisional seperti becak dan andong. "Kalau menjadi pedestrian, becak dan andong sudah tidak bisa menggunakan jalur lambat itu," katanya.
Sebagai gantinya, kata Heroe, Pemkot menyiapkan lokasi yang cocok untuk "parkir" moda transportasi tradisional itu. Pemkot katanya sudah mengantongi izin untuk menggunakan lahan tersebut.
“Yang sudah disepakati baik andong maupun becak berada di Tugu KB di Jalan Abu Bakar Ali. Tugu itu bisa dirobohkan dan menjadi salah satu tempat untuk andong dan becak tradisional," katanya.
Dia menegaskan, andong dan becak adalah bagian penting dari Malioboro sehingga tidak akan dihilangkan. Begitu juga dengan keberadaan PKL dinilai melekat erat dengan kawasan wisata Malioboro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Sleman menyiapkan cadangan air hingga ratusan liter per detik untuk mengantisipasi kemarau. Wilayah rawan kekeringan kini makin terkendali.
Uni Eropa menyiapkan jaringan listrik menghadapi gerhana matahari 12 Agustus 2026 yang diprediksi menurunkan tajam produksi listrik tenaga surya.
Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas didakwa merugikan negara Rp622 miliar dalam kasus kuota haji 2023-2024.
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Biaya komponen iPhone 18 Pro diprediksi naik 38% akibat lonjakan harga memori. Apple siap kurangi margin agar harga tak melonjak drastis. Simak analisis lengkap
Veda Ega Pratama finis kesembilan di Moto3 Inggris 2026 dan menambah 7 poin. Pebalap asal Gunungkidul itu kini berada di posisi kedua klasemen Rookie of the Yea