Irigasi Kalibawang Mulai Dikeringkan
Ilustrasi saluran irigasi. /Solopos/Burhan Aris Nugraha
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Untuk melakukan perbaikan saluran di beberapa titik, saluran irigasi intake Kalibawang mulai dikeringkan Minggu (15/4/2018). Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Monitoring Waduk Sermo BBWSSO Novika Prabowo Andriyanto.
"Minggu siang akan dilakukan penggeringan, dan dimulai perbaikan di beberapa titik yang mengalami kebocoran aliran," ungkapnya, Minggu.
Lebih lanjut dirinya juga mengungkapkan hal tersebut telah disosialisasikan jauh-jauh hari oleh Komisi Air Kulonprogo kepada petani terdampak. Pemilihan waktu pengeringan dari 15 April hingga 31 Juli mendatang juga dilakukan agar masa tanam II di Kulonprogo dapat diselamatkan.
"Karena seharusnya jika sesuai waktu tanam dan panen, akhir April padi di Sentolo sudah tidak membutuhkan air," ungkapnya.
Sebelumnya Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Papah, Sugiyanto seusai mengikuti sosialisasi pengeringan saluran induk irigasi Kalibawang di Desa Sukoreno, Jumat (13/4/2018) mengungkapkan para petani sudah mengetahui adanya upaya pengeringan untuk perbaikan saluran induk irigasi Kalibawang.
“Sebagian besar petani masih saja menanam padi. Pada saat melakukan pengolahan sawah, persediaan air diperkirakan cukup,” ujar Sugiyanto.
BACA JUGA
Menurutnya, pengeringan saluran irigasi Kalibawang, tidak begitu mengurungkan keinginan petani untuk berganti tanaman. Pasalnya menurut kabar yang ia terima, Kulonprogo akan terus dihujani hingga akhir April.
"Padi kami masih membutuhkan air di April dan kami mendengar masih ada hujan di akhir April ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share