Kelok 23 Gunungkidul Dilengkapi Rest Area dan 3 Gardu Pandang
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Suasana bedah buku Fatmawati, Catatan Kecil Bung Karno di Balai Desa Trirenggo, Bantul. Selasa (17/4/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL- Badan Perpusatakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY menggelar bedah buku Fatmawati, Catatan Kecil Bersama Bung Karno di Balai Desa Trirenggo, Bantul, Selasa (17/4/2018). Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan minat baca di masyarakat.
Kepala BPAD DIY Monika Nur Lastiyani mengatakan, kegiatan bedah buku yang dilakukan oleh Pemerintah DIY sudah dilakukan sejak 2017 lalu. Untuk tahun ini, bedah buku rencanya digelar sebanyak 48 kali dan tersebar di seluruh wilayah. “Semua kabupaten dan kota akan mendatapkan jatah karena penyelenggaraan dilakukan hampir setiap minggu sekali,” kata Lastiyani kepada wartawan, Selasa.
Menurut dia, acara bedah buku yang digelar sebagai bentuk komitmen Pemerintah DIY untuk meningkatkan minat baca di masyarakat. Ia tidak menampik tingkat baca yang ada masih sangat rendah karena masih di bawah1%. “Survei di 2015 lalu, secara nasional tingkat baca di kisaran 0,001%, sedang untuk DIY sebesar 0,046%. Harapannya dengan bedah buku bisa menumbuhkan semangat gemar membaca dan bisa membuat sebuah karnya,” ungkapnya.
Ditambahkannya, untuk peningkatan minat baca tidak hanya dilakukan dengan bedah buku. Namun, juga menggunakan upaya yang lain seperti melengkapi sarana prasarana perpustakaan hingga pembentukan kelompok diskusi. “Dari sisi fasilitas sebenarnya sudah banyak perpustakaan di daerah yang baik. jadi tinggal menggerakan agar masyarakat mau membaca,” tutur dia.
Disinggung mengenai tema dalam bedah bukus, Listiyani mengungkapkan bahwa di setiap tempat memiliki tema yang berbeda-beda dan disesuaikan dengan kondisi. Untuk tema Catatan Kecil Bung Karno dipilih berdasarkan musyawarah dengan panitia sehingga dipilihlah pembahasan tersebut. “Kebetulan sebentar peringatan Hari Lahir Pancasilah jadi tema itu dipilih,” imbuhnya.
Lurah Desa Trirenggo, Bantul, Munawar mengaku sangat senang jika balai desanya dijadikan tempat untuk bedah buku. Menurut dia, kegiatan ini banyak memiliki manfaat. Selain bertujuan meningkatkan minat baca di masyarakat, bedah buku juga sebagai upaya melihat sejarah masa lalu khususnya meyangkut masalah kehidupan mantan Presiden Soekarno. “Dengan bedah buku ini, kami jadi tahu sejarah sehingga tahu bagaimana sosok seorang proklamator,” ungkapnya.
Dia pun berharap agar kegiatan buku dapat digelar secara rutin unutk memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas. “Kami akan terus mendukung karena masuk dalam kegiatan yang positif,” kata Munawar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
ALVA mencatat distribusi 20.000 unit pada September 2026, dengan pengguna yang telah menempuh lebih dari 78 juta kilometer.
SIPA 2026 resmi dibuka di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo. Sekitar 250 seniman dari 7 negara tampil dengan tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries.
Cara download video Facebook tanpa aplikasi lewat HP atau laptop. Simak langkah menyalin tautan hingga menyimpan video dengan aman.
Yudai Yamamoto ditunjuk memimpin Persija vs Persib di SUGBK. Simak profil, pengalaman, dan rekam jejak wasit asal Jepang ini.