Wayang Kulit Meriahkan Tukar Budaya Magelang-Karanganyar
Tukar budaya Magelang–Karanganyar meriah dengan wayang kulit dan peluncuran Gerakan Sanggar Seni Sekolah di Secang.
Bambang Sasongko Mulyo dan Tri Budi Utama dari Pokja Tambakbayan (kiri) saat beraudiensi di Harian Jogja, Kamis (19/4/2018). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA-Memperingati Hari Air Sedunia, komunitas pecinta sungai Pokja Tambakbayan akan menggelar susur sungai dengan misi pengenalan dan konservasi sungai.
Ketua panitia kegiatan Keceh lan Reresik Kali Tambakbayan #3 Tahun 2018, Bambang Sasongko Mulyo mengungkapkan ada 3 misi yang diusung dalam kegiatan yang akan digelar Minggu (22/4/2018) tersebut.
Pertama, pendataan sebaran sampah di sungai Tambakbayan. "Nantinya, sepanjang susur sungai, peserta akan diminta mendata sebaran limbah dan sampah yang ditemui," katanya, saat beraudiensi di Harian Jogja, Kamis (19/4/2018).
Misi kedua, yakni mengamati krisis di sungai yang berpotensi menimbulkan bencana, kerusakan dan kerugian di masyarakat. Adapun ketiga adalah penanaman pohon di tepi sungai.
Kegiatan ini akan dikemas dengan format tubing, yakni susur sungai menggunakan ban. Ada 125 peserta yang dibagi menjadi 25 tim. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai komunitas pecinta sungai di DIY, relawan, mahasiswa pecinta alam hingga pegawai instansi pemerintahan.
Route yang diambil yakni mulai Embung Tambakboyo hingga Dusun Kalongan Depok Sleman. Di sepanjang 1,5 km ini, peserta nanti diharuskan membuat resume dan pemaparan tentang seperti apa permasalahan yang ditemukan. "Selanjutnya, mereka diminta membuat strategi restorasi dan rekomendasi yang bisa dilakukan untuk pihak terkait," jelasnya.
Tri Budi Utama, Ketua Pokja Tambakbayan menambahkan prinsip kelestarian sungai itu bukan dilakukan dengan tidak menyentuh sungai sama sekali. "Tetapi bagaimana manusia dengan sungai sebagai bagian dari alam, bisa hidup berdampingan saling bermanfaat dan menjaga kelestariannya," katanya.
Menanggapi hal itu, Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono mengungkapkan kesadaran untuk menjaga kelestarian sungai harus terus digaungkan. Ia mengakui masih ada masyarakat yang menganggap sungai sebagai tempat sampah.
"Harian Jogja sebagai media massa terus mendukung upaya kelestarian sungai, salah satunya dengan pernah membuat liputan khusus tentang kondisi dan kelestarian sungai di DIY," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tukar budaya Magelang–Karanganyar meriah dengan wayang kulit dan peluncuran Gerakan Sanggar Seni Sekolah di Secang.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.