Sering Becek, Jalan ke TPST Piyungan Akan Diperbaiki

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Senin, 23 April 2018 13:10 WIB
Sering Becek, Jalan ke TPST Piyungan Akan Diperbaiki

Tumpukan sampah di TPST Piyungan, Kamis (19/4/2018). Saat ini volume sampah yang dibuang ke TPAS tersebut sudah hampir 600 ton per hari. Meningkat dari tahun lalu yang berkisar 450-500 ton per hari./Harian Jogja-Ujang Hasanudin

Harianjogja.com, BANTUL-- Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi, dan Air Minum Perkotaan (PISAMP) DIY segera memperbaiki jalan menuju kawasan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Piyungan di Sitimulyo, Piyungan, Bantul. Sepanjang jalan dari simpang Jalan Pleret hingga TPST Piyungan sempat dikeluhan warga karena rusak dan becek.

"Sudah dianggarkan Rp190 juta untuk perbaikan ringan di jalan ke TPST Piyungan," kata Kepala Balai PISAMP DIY Agung Satrio saat dihubungi Jumat (20/4/2018).

Perbaikan jalan oleh instansi di bawah Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) ini rencananya baru masuk tahap lelang pada bulan ini dan ditargetkan pengerjaan fisik sudah bisa dilakukan Mei mendatang.

Agung mengakui anggaran perbaikan jalan tidak terlalu besar, karena jalan yang diperbaiki bukan jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemda DIY. Sepanjang jalan menuju TPST Piyungan statusnya merupakan lahan milik warga, meski yang mengaspal adalah PUP-ESDM.

Parmin, 45, warga Dusun Ngabla, Sitimulyo, Piyungan, membenarkan jalan tersebut milik warga. Menurut dia, warga tidak mempersoalkan pemanfaatan jalan itu selama dirawat. "Warga sudah rela lahannya digunakan untuk jalan, tapi kalau rusak ya diperbaiki," kata dia.

Parmin mengatakan sudah lama akses menuju TPST Piyungan rusak. Selain itu jalan tersebut juga becek dan banyak sampah berserakan. Seharusnya, kata dia, ada petugas kebersihan khusus untuk membersihkannya.

Warga juga meminta Pemda DIY memfasilitasi penerangan di sepanjang jalur tersebut. Sebab, penerangan yang ada saat ini adalah swadaya warga yang jumlahnya terbatas.

Kepala Pengelola TPST Piyungan Sarjani mengakui antrean truk pengangkut sampah terkadang dikeluhkan warga. Menurut dia, antrean truk terjadi karena sistem bongkar sampah di lokasi TPST masih manual sehingga sekali bongkar membutuhkan waktu beberapa menit. Sementara truk yang datang tidak pernah berhenti selama 24 jam. "Kalau antreannya sampai panjang diprotes warga juga," kata dia.

Ia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena kondisi TPST Piyungan memang butuh perbaikan. Menurut dia, kawasan TPST perlu diperluas agar kapasitasnya mampu menampung volume sampah yang setiap hari mencapai lebih dari 500 ton per hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online