38 Jembatan di Gunungkidul Rusak, Pemkab Lakukan Perbaikan Bertahap
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Acara Fashion Bamboo Carnival yang merupakan bagian dari Festisaka 2018 di Wanawisata Budaya Mataram Mangunan, Kecamatan Dlingo, Sabtu (21/4/2018). Acara ini berusaha menyatukan potensi wisata dan kearifan lokal./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL--Fashion Bamboo Carnival ikut menyemarakkan Festival Kesenian Alam Terbuka (Festisaka) 2018 yang digelar di Wanawisata Budaya Mataram Mangunan di Kecamatan Dlingo, Sabtu (21/4/2018).
Festival ini diharapkan bisa mengangkat kerajinan bambu di Desa Muntuk dan bisa berkolaborasi dengan objek wisata sehingga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Fashion Bamboo Carnival dimulai sekitar pukul 15.30 WIB.
Ratusan perempuan membawa kentungan mengiringi lima model yang didandani mengenakan pakaian beraksesori pohon bambu. Rombongan ini berjalan dari sentra Pasar Kerajinan Bambu Muntuk menuju kawasan wisata Lintang Sewu.
Pengelola wisata Lintang Sewu, Purwo Harsono mengatakan pihaknya antusias dengan penyelenggaraan Festisaka 2018. Pasalnya, kegiatan ini selain mengenalkan objek wisata di kawasan Mangunan, juga sebagai upaya menggali potensi kerajinan yang ada.
“Kebetulan di daerah sini yang terkenal adalah kerajinan bambu sehingga dilaksanakan Fashion Bamboo Carnival,” katanya, Sabtu kemarin.
Menurut dia, pasca-penyelenggaraan acara fashion show, pengelola sudah membuat sebuah showroom untuk mewadahi hasil kerajinan bambu yang dibuat warga.
“Sudah kami siapkan. Jadi nanti bisa dijadikan salah satu tempat untuk membeli cinderamata pengunjung yang datang ke kawasan Mangunan,” ucapnya.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata DIY Aria Nugrahadi mengatakan Festisaka 2018 tidak hanya menampilkan berbagai pertunjukan seni keroncong. Namun juga ada kegiatan lain seperti talk show hingga Fashion Bamboo Carnival.
“Saya mengapresiasi pelaksanaan fashion show bambu karena menunjukkan kreativitas yang menggunakan potensi yang dimiliki. Selain itu, dalam acara juga diselenggarakan pertunjukan musik kentungan yang dimainkan ibu-ibu,” katanya Aria.
Menurut dia, potensi pengembangan wisata tidak hanya berbasis pada keindahan alam. Namun keberadaannya dapat dikolaborasikan dengan kearifan lokal yang dimiliki warga setempat.
“Jadi pengembangan tidak melulu hanya keindahan alam. Contohnya di sini [Lintang Sewu], pengelola bisa menyelanggarakan Fashion Bamboo Carnival. Mudah-mudahan dengan inovasi ini semua dapat berkembang mulai dari wisata hingga potensi daerah yang dimiliki,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.