56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Acara Fashion Bamboo Carnival yang merupakan bagian dari Festisaka 2018 di Wanawisata Budaya Mataram Mangunan, Kecamatan Dlingo, Sabtu (21/4/2018). Acara ini berusaha menyatukan potensi wisata dan kearifan lokal./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL--Fashion Bamboo Carnival ikut menyemarakkan Festival Kesenian Alam Terbuka (Festisaka) 2018 yang digelar di Wanawisata Budaya Mataram Mangunan di Kecamatan Dlingo, Sabtu (21/4/2018).
Festival ini diharapkan bisa mengangkat kerajinan bambu di Desa Muntuk dan bisa berkolaborasi dengan objek wisata sehingga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Fashion Bamboo Carnival dimulai sekitar pukul 15.30 WIB.
Ratusan perempuan membawa kentungan mengiringi lima model yang didandani mengenakan pakaian beraksesori pohon bambu. Rombongan ini berjalan dari sentra Pasar Kerajinan Bambu Muntuk menuju kawasan wisata Lintang Sewu.
Pengelola wisata Lintang Sewu, Purwo Harsono mengatakan pihaknya antusias dengan penyelenggaraan Festisaka 2018. Pasalnya, kegiatan ini selain mengenalkan objek wisata di kawasan Mangunan, juga sebagai upaya menggali potensi kerajinan yang ada.
“Kebetulan di daerah sini yang terkenal adalah kerajinan bambu sehingga dilaksanakan Fashion Bamboo Carnival,” katanya, Sabtu kemarin.
Menurut dia, pasca-penyelenggaraan acara fashion show, pengelola sudah membuat sebuah showroom untuk mewadahi hasil kerajinan bambu yang dibuat warga.
“Sudah kami siapkan. Jadi nanti bisa dijadikan salah satu tempat untuk membeli cinderamata pengunjung yang datang ke kawasan Mangunan,” ucapnya.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata DIY Aria Nugrahadi mengatakan Festisaka 2018 tidak hanya menampilkan berbagai pertunjukan seni keroncong. Namun juga ada kegiatan lain seperti talk show hingga Fashion Bamboo Carnival.
“Saya mengapresiasi pelaksanaan fashion show bambu karena menunjukkan kreativitas yang menggunakan potensi yang dimiliki. Selain itu, dalam acara juga diselenggarakan pertunjukan musik kentungan yang dimainkan ibu-ibu,” katanya Aria.
Menurut dia, potensi pengembangan wisata tidak hanya berbasis pada keindahan alam. Namun keberadaannya dapat dikolaborasikan dengan kearifan lokal yang dimiliki warga setempat.
“Jadi pengembangan tidak melulu hanya keindahan alam. Contohnya di sini [Lintang Sewu], pengelola bisa menyelanggarakan Fashion Bamboo Carnival. Mudah-mudahan dengan inovasi ini semua dapat berkembang mulai dari wisata hingga potensi daerah yang dimiliki,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di sebelah makam Fatmawati di TPU Karet Bivak. PDIP juga kibarkan bendera setengah tiang 7 hari.
Pegadaian meraih 10 penghargaan di TBCCI 2026, sebagai bentuk transformasi layanan dan penguatan customer experience melalui teknologi, proses, dan SDM.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan harga jual dan buyback.
UNS Surakarta juara Campus League Badminton 2026 setelah menaklukkan BINUS dalam drama tiga set. UNS juga meraih gelar ganda putra.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri