Abidin Fikri Sebut Pemuda Terdampak Problem Bangsa, Bukan Biang Masalah
Abidin Fikri mengingatkan pemuda ikut terdampak problem bangsa dan menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam menyiapkan generasi menuju 2045.
Ilustrasi arus lalu lintas/Harian Jogja-Abdul Hamid Razak

Harianjogja.com, JOGJA-Setelah diuji coba, lajur di Jalan Terban, Jogja, kemungkinan besar benar-benar bakal ditambah. Jika semula di ruas jalan itu hanya ada dua lajur, Pemkot Jogja berencana bakal menambahnya jadi tiga lajur.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Wirawan Hario Yudho mengatakan rekayasa lalu lintas itu dilakukan guna mengurangi kepadatan arus kendaraan bermotor di simpang empat Terban, khususnya dari arah Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM).
Penambahan lajur itu, kata dia praktis akan akan berimbas pada pengurangan lajur dari arah sebaliknya, yakni simpang empat Terban ke arah timur menuju Bundaran UGM. "Lajur di arah simpang empat Terban ke Bundaran UGM akan dikurangi menjadi satu lajur," kata Wirawan, Rabu (2/5/2018).
Dia mengatakan rekayasa lalu lintas di Terban itu dilakukan karena selama ini tingkat kepadatan kendaraan bermotor di wilayah cukup tinggi. Dari hasil simulasi yang dilakukan Pemkot sejak beberapa bulan terakhir, cara itu terbilang jitu untuk mengurai simpul kemacetan.
“Dengan sistem tiga lajur diharapkan kepadatan lalin dari timur ke barat tidak dapat berkurang. Tidak akan ada kemacetan yang panjang lagi di jalan itu,” ujarnya.
Dia menjelaskan anteran kendaraan yang terjadi selama ini terjadi di Jalan Terban mencapai 200 meter hingga Jalan Cik Di Tiro. Dengan manajemen lalu lintas tiga lajur, diharapkan kendaraan yang mengantre dapat berkurang hingga 85 meter atau tidak sampai di Bundaran UGM.
Kabid Lalu Lintas Dishub Jogja Golkari Made Yulianto mengatakan dengan diterapkannya sistem tiga lajur itu, kendaraan dari arah timur (Bundaran UGM) nantinya bisa diarahkan langsung ke Terban tanpa harus melewati Jalan Cik Ditiro.
Dalam penerapan rekayasa lalu lintas ini, Dishub Jogja sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. Mulai dari Pemkab Sleman, kepolisian, dan UGM. Dishub juga bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Jogja.
”DPUPKP akan menggeser divider yang ada saat ini ke sisi utara. Begitu juga dengan DLH yang akan mengganti pohon perindang dari median jalan ke sisi utara,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abidin Fikri mengingatkan pemuda ikut terdampak problem bangsa dan menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam menyiapkan generasi menuju 2045.
Harga BBM 1 November 2026 belum berubah. Pertamax Rp15.950, Dexlite Rp23.700, sedangkan Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
BGN menegaskan insentif fiskal Rp1 triliun bukan hadiah khusus MBG. Program tersebut menjadi indikator tambahan penilaian daerah pada 2027.
Manchester City kalah 0-1 dari Brighton di Etihad. Arsenal berpeluang merebut puncak klasemen Liga Inggris 2026/2027.
UU No. 9/1998 menjamin kebebasan demonstrasi sekaligus mengatur kewajiban peserta aksi dan tanggung jawab kepolisian.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang di mayoritas wilayah Indonesia pada Minggu, 1 November 2026. Jogja diprediksi berawan tebal.