Ini Alasan Kenapa Museum Jarang Dikunjungi
Dosen Prodi Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta Agus Murdiyastomo (kanan) memaparkan materinya dalam FGD Pelestarian Kepurbakalaan dan Permuseuman di Hotel Wisanti, Kamis (3/5/2018)./JIBI-Harian Jogja-Arief Junianto
Harianjogja.com, JOGJA-Mengunjungi museum seharusnya tak lagi menjadi aktivitas yang memalukan dan ketinggalan jaman. Sebaliknya, datang ke museum seyogyanya adalah sebuah kegiatan yang membanggakan.
Guna meningkatkan kualitas dan kuantitas kunjungan museum, Pemkot Jogja mulai menyusun pemetaan atas museum-museum yang ada di wilayah Kota Jogja.
Dosen Prodi Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta Agus Murdiyastomo mengatakan koleksi memang merupakan anasir penting dalam museum. Sebagai sumber belajar, koleksi museum harus dilengkapi dengan deskripsi.
"Nyatanya, soal koleksi inilah yang selama ini jadi kelemahan museum di Indonesia, tak terkecuali di Jogja," katanya dalam Diskusi Pelestarian Kepurbakalaan dan Permuseuman: Road Map Permuseuman Kota Jogja di Hotel Wisanti, Kamis (3/5/2018).
Tak hanya itu, deskripsi yang ditampilkan pun harusnya memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Dengan begitu deskripsi koleksi itu bisa dipertanggungjawabkan, baik secara sosiohistoris maupun ilmiah.
"Itulah, bukan tidak mungkin jika museum menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi. Karena setiap perguruan tinggi pasti punya anggaran untuk riset terkait dengan sejarah dan kepurbakalaan itu," ucap dia.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share